Menurut Yann LeCun, mantan ilmuwan AI utama Meta, dalam komentar terbarunya kepada CNBC, xAI milik Elon Musk adalah sebuah “kegagalan” yang tidak akan mampu bersaing dengan OpenAI dan Anthropic di garis depan kecerdasan buatan. LeCun menyebut kepergian tim pendiri xAI sebagai alasan utama, dengan mengatakan bahwa perlakuan Musk di masa lalu kepada tim tersebut membuatnya sulit untuk merekrut talenta AI kelas atas.
LeCun menambahkan bahwa lab-lab AI menghadapi tekanan biaya yang kian meningkat dan memperingatkan potensi “ledakan gelembung besar” jika perusahaan tidak dapat menyelesaikan ekonomi layanan AI. Ia mencatat bahwa meski biaya infrastruktur menurun, harga yang dibayar pengguna tidak turun cukup cepat, sehingga lab-lab merugi. Integrasi xAI dengan SpaceX, yang dinilai 1,25 triliun dolar AS pada Februari, membukukan rugi operasional 2,5 miliar dolar AS pada segmen AI kuartal I, meskipun perusahaan memperoleh pendapatan dengan menyewakan kapasitas komputasi di pusat data Colossus kepada Google dan Anthropic.