Menurut The Economic Times, Fractal Analytics melaporkan laba bersih FY26 melonjak 30% menjadi 2,9 miliar rupee (AS$30,2 juta) karena pendapatan naik 19% menjadi 33 miliar rupee (AS$348 juta). Perusahaan AI berbasis di India itu mengaitkan pertumbuhan laba dengan meningkatnya permintaan layanan AI perusahaan dan perluasan margin. Pada kuartal Maret, pendapatan tumbuh 17% year-on-year menjadi 8,9 miliar rupee (AS$93,4 juta), sementara laba bersih lebih dari dua kali lipat menjadi 1,2 miliar rupee (AS$12,1 juta). Kesehatan, life sciences, dan layanan keuangan muncul sebagai segmen dengan pertumbuhan tercepat. AS menyumbang lebih dari 67% pendapatan tahunan, sementara jumlah klien yang menghasilkan lebih dari AS$1 juta pendapatan tahunan meningkat menjadi 59 dari 53 setahun sebelumnya. Fractal mencatatkan saham di bursa saham India pada 16 Februari melalui IPO senilai 28,3 miliar rupee (AS$299 juta).
Related News
CITIC: Lonjakan Permintaan Daya AI Amerika Utara Mendorong Kekurangan Pasokan Turbin Gas
Sistem Keamanan Berbasis AI Binance Mencegah Kerugian Penipuan Kripto Senilai $10,5 Miliar
Dongguan Mengirimkan Setengah dari Kacamata AI Global pada 2025