Menurut Jin10, pada 24 Mei, para menteri luar negeri dari delapan negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, Yordania, Arab Saudi, dan Mesir, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir atas tindakan yang “mengagetkan, merendahkan, dan tidak dapat diterima” terhadap anggota Global Defiance Fleet yang ditahan oleh pasukan Israel.
Pernyataan itu menuduh tindakan Ben-Gvir melanggar hukum internasional dan memperingatkan perilaku provokatif seperti itu akan menghambat implementasi solusi dua negara. Ben-Gvir mengunggah video pada 20 Mei yang mengejek para aktivis yang ditahan, sehingga mendapat kritik luas dari komunitas internasional. Angkatan laut Israel mencegat Global Defiance Fleet pada 18 Mei saat armada itu berupaya menerobos blokade laut Israel atas Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.