Transaksi Kartu Kripto Melonjak 2,7x Sejak Januari 2025 di Tengah Volatilitas Bitcoin

BTC4,67%
STABLE-1,30%

Seorang peneliti independen, Alex Obchakevich, menemukan bahwa aktivitas transaksi kartu kripto telah tumbuh 2,7 kali sejak Januari 2025 meskipun terjadi gejolak tajam pada harga Bitcoin. Studi tersebut menganalisis 76 minggu data transaksi dari 16 penyedia kartu kripto dan menemukan nyaris tidak ada korelasi antara penggunaan kartu dan pergerakan harga Bitcoin. Pengguna semakin memperlakukan kartu kripto sebagai alat keuangan yang praktis, bukan sebagai perpanjangan dari portofolio investasi mereka, sehingga menantang asumsi bahwa aktivitas belanja kripto naik dan turun mengikuti harga pasar.

Pola Belanja Kartu Kripto Tetap Stabil di Tengah Volatilitas Bitcoin

Penelitian menemukan bahwa setoran ulang (top-up) kartu dengan nilai median tetap relatif tidak berubah, berfluktuasi dalam kisaran $90 hingga $135 bahkan ketika Bitcoin mengalami periode volatilitas yang lebih tinggi. Stabilitas ini menunjukkan pasar yang makin matang, di mana pengguna mendanai kartu dengan jumlah pengeluaran rutin alih-alih melakukan transfer spekulatif dalam jumlah besar.

Tren lain yang menonjol adalah meningkatnya persebaran setoran. Aktivitas belanja kartu kripto sebelumnya terkonsentrasi pada kelompok pengguna berat yang lebih kecil, tetapi perilaku transaksi kini menjadi lebih merata di antara pemegang kartu. Perubahan ini menunjukkan adopsi yang lebih luas dan mengindikasikan bahwa kartu kripto semakin terintegrasi ke kebiasaan belanja konsumen sehari-hari.

Menurut Obchakevich, "Kartu kripto tidak lagi sekadar mainan untuk para spekulan. Data membuktikannya."

Temuan ini berbeda dengan siklus pasar sebelumnya, di mana aktivitas pembayaran kripto sering bergerak seiring dengan harga aset. Ketika Bitcoin mengalami reli dan koreksi sepanjang periode uji 76 minggu, penggunaan kartu terus meningkat, sehingga memperkuat gagasan bahwa infrastruktur belanja kartu kripto beroperasi secara independen dari perdagangan spekulatif.

Raksasa Pembayaran Memperluas Infrastruktur Kripto saat Penggunaan Kartu Meningkat

Keterputusan antara belanja kartu kripto dan harga Bitcoin bisa menjadi hal yang signifikan bagi industri kripto yang lebih luas. Selama bertahun-tahun, para kritikus berargumen bahwa aset digital tidak memiliki kegunaan yang berarti di luar perdagangan dan investasi. Pertumbuhan kartu kripto, stablecoin, dan sistem pembayaran berbasis token sedang mengubah narasi menuju pemanfaatan yang praktis.

Pengguna kartu kripto tampaknya menggunakan aset digital untuk memfasilitasi pembelian dan mengelola keuangan harian, bukan sekadar mengejar keuntungan pasar. Tren ini muncul saat para raksasa pembayaran tradisional mempercepat inisiatif kripto mereka sendiri. Visa dan Mastercard telah memperluas kemampuan penyelesaian stablecoin, sementara bank mengeksplorasi setoran berbasis token dan uang yang dapat diprogram.

Di tengah latar belakang tersebut, meningkatnya aktivitas kartu menunjukkan bahwa infrastruktur yang menghubungkan kripto ke ekonomi dunia nyata semakin tertanam. Bitcoin mungkin masih mendominasi headline dan grafik harga, tetapi kebiasaan belanja kripto menjadi semakin tidak bergantung pada sentimen pasar.

FAQ

Apa yang ditemukan penelitian kartu kripto tentang pertumbuhan transaksi?

Riset oleh Alex Obchakevich menemukan bahwa aktivitas transaksi kartu kripto tumbuh 2,7 kali sejak Januari 2025. Studi tersebut menganalisis 76 minggu data transaksi dari 16 penyedia kartu kripto dan menemukan nyaris tidak ada korelasi antara penggunaan kartu dan pergerakan harga Bitcoin.

Seberapa stabil nominal belanja kartu kripto?

Setoran ulang kartu dengan nilai median tetap relatif tidak berubah, berfluktuasi dalam kisaran $90 hingga $135 bahkan selama periode volatilitas Bitcoin yang lebih tinggi. Perilaku transaksi juga menjadi lebih merata di antara pemegang kartu, yang menunjukkan adopsi yang lebih luas di luar pengguna berat.

Perkembangan infrastruktur pembayaran kripto apa yang sedang terjadi?

Visa dan Mastercard telah memperluas kemampuan penyelesaian stablecoin, sementara bank mengeksplorasi setoran berbasis token dan uang yang dapat diprogram. Perkembangan ini berbarengan dengan meningkatnya penggunaan kartu kripto yang beroperasi secara independen dari pergerakan harga Bitcoin.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar