Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada 21 Juli, Beijing menegaskan kembali bahwa insiden maritim terbaru dengan Filipina sepenuhnya diprovokasi oleh militer dan polisi Manila. Lin menyatakan bahwa setiap kali peluang untuk dialog Tiongkok-Filipina muncul, atau ketika peristiwa diplomatik besar di kawasan dijadwalkan, pihak-pihak tertentu memanipulasi isu maritim untuk menciptakan insiden. Ia menekankan bahwa kebijakan diplomasi bertetangga Tiongkok tetap konsisten dan tidak berubah.
Lin juga mengatakan bahwa platform kerja sama Asia Timur bukanlah tempat untuk membahas perselisihan maritim bilateral. Ia menyerukan agar Filipina, selaku ketua ASEAN, memenuhi tanggung jawabnya dengan mendorong dialog dan kerja sama, bukan menempatkan kepentingan politik domestik di atas perdamaian dan stabilitas regional.