Grup BNK Financial Group dan Grup JB Financial Group pada 28 Mei menolak proposal dana aktivis Align Partners Asset Management untuk melakukan studi kelayakan penggabungan, menurut keterbukaan regulasi dari kedua perusahaan. Penolakan tersebut terjadi setelah pemungutan suara dewan di kedua grup keuangan, dengan dewan BNK Financial memberikan suara 5 menolak, 2 setuju, dan 1 abstain dari total 8 direktur yang hadir. Align Partners, yang memiliki lebih dari 1% saham BNK Financial dan 14,83% saham JB Financial, telah mengirim surat kepada pemegang saham secara publik ke kedua perusahaan yang meminta penilaian objektif atas manfaat strategis dan keuangan dari kemungkinan penggabungan antara grup keuangan yang berbasis di Busan dan Jeolla.
Dewan BNK Financial Menolak Studi Penggabungan
Dewan direksi BNK Financial Group pada 28 Mei membahas agenda terkait inisiasi studi kelayakan penggabungan. Delapan direktur ikut dalam pemungutan suara, dengan lima suara menolak proposal, dua suara mendukung, dan satu abstain. Perusahaan mengungkapkan bahwa keputusan diambil setelah pertimbangan menyeluruh dewan dan menyatakan bahwa setiap perubahan material di masa mendatang akan diungkapkan sesuai dengan peraturan.
Align Partners Mengusulkan Strategi Konsolidasi Perbankan Regional
Align Partners Asset Management sebelumnya telah mengirim surat kepada pemegang saham secara publik ke BNK Financial dan JB Financial yang meminta agar keduanya menelaah kelayakan strategis dan keuangan dari sebuah penggabungan. Dana aktivis tersebut mengusulkan pembentukan komite khusus yang terdiri dari direktur independen serta menunjuk bank investasi global dan firma konsultan strategis sebagai penasihat untuk menilai secara objektif manfaat dan risiko dari penggabungan tersebut.
Align Partners berpendapat bahwa kedua grup keuangan, yang masing-masing berbasis di wilayah Yeongnam dan Honam, memiliki wilayah bisnis dan basis pelanggan yang tidak saling tumpang tindih, sehingga meminimalkan kemungkinan kanibalisasi dari penggabungan. Dana tersebut menyatakan bahwa penggabungan kedua perusahaan induk akan memastikan skala ekonomi, mengurangi biaya pengadaan dan biaya tetap, serta meningkatkan kapasitas investasi untuk transformasi digital dan artificial intelligence. Align Partners juga mengajukan konsep “federated merger holding company” yang akan mempertahankan entitas hukum terpisah Bank Busan, Bank Kyongnam, Bank Jeonbuk, dan Bank Gwangju setelah penggabungan.
Dana aktivis itu meminta kedua dewan untuk memberikan respons pada tanggal tertentu mengenai apakah mereka akan memulai peninjauan penggabungan.
Kedua Grup Keuangan Menerbitkan Penolakan Resmi
JB Financial Group juga mengumumkan pada 28 Mei bahwa pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan studi kelayakan penggabungan setelah pertimbangan. BNK Financial menyatakan dalam keterbukaannya bahwa keputusan tersebut mencerminkan “pertimbangan menyeluruh dari dewan direksi perusahaan” dan bahwa perusahaan akan “mengungkapkan sesuai dengan peraturan jika perubahan spesifik terjadi di masa mendatang.”
FAQ
Apa keputusan yang diambil dewan BNK Financial pada 28 Mei terkait proposal penggabungan?
Dewan BNK Financial menolak untuk memulai studi kelayakan penggabungan dengan JB Financial, dengan 5 direktur menolak, 2 setuju, dan 1 abstain dari 8 direktur yang hadir.
Mengapa Align Partners mengusulkan penggabungan antara BNK Financial dan JB Financial?
Align Partners berargumen bahwa kedua grup keuangan memiliki basis regional dan kelompok pelanggan yang tidak saling tumpang tindih, sehingga meminimalkan kanibalisasi, sekaligus memungkinkan skala ekonomi, penurunan biaya, dan peningkatan kapasitas investasi untuk transformasi digital.