Diskusi strategi Bitcoin kembali mengemuka setelah kritik menyasar pendanaan perusahaan yang leveraging, bukan prospek investasi jangka panjang Bitcoin.
Saham preferen STRC milik Strategy yang diperdagangkan di bawah nilai nominal kembali menyoroti biaya pendanaan yang mendukung pembelian Bitcoin tambahan.
Adopsi blockchain berbasis utilitas muncul sebagai kerangka kerja yang bersaing dengan akumulasi Bitcoin yang dipimpin treasury melalui pendanaan pasar modal.
Diskusi strategi Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah komentar terbaru mempertanyakan metode pendanaan perusahaan. Perdebatan berpusat pada nilai aset digital jangka panjang sambil tetap mempertahankan pandangan konstruktif terhadap Bitcoin.
Wu Blockchain melaporkan bahwa CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengkritik pendekatan pendanaan Strategy. Komentarnya berfokus pada mekanisme pendanaan, bukan Bitcoin itu sendiri.
CEO Ripple: Strategi Bitcoin Michael Saylor Telah Merugikan Pasar Kripto
CEO Ripple Brad Garlinghouse mengkritik pendekatan Ketua Strategy Michael Saylor yang menggunakan rekayasa keuangan untuk mendanai pembelian bitcoin secara terus-menerus, dengan mengatakan nilai aset digital jangka panjang harus didorong oleh… pic.twitter.com/CFRkVSjcji
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) 27 Juni 2026
Garlinghouse menyatakan nilai aset digital jangka panjang harus berasal dari utilitas. Ia berpendapat rekayasa keuangan saja tidak dapat mempertahankan nilai pasar yang langgeng.
Komentar tersebut merujuk pada model akumulasi Bitcoin berkelanjutan yang dilakukan Ketua Strategy Michael Saylor. Kerangka kerja itu telah mengandalkan instrumen pasar modal di berbagai putaran pendanaan.
Meski demikian, Garlinghouse kembali menegaskan sikap positifnya terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Kritiknya tetap diarahkan pada struktur pendanaan yang mendukung pembelian tambahan.
Diskusi juga merujuk pada saham preferen STRC milik Strategy selama wawancara. Wu Blockchain mencatat surat berharga tersebut diperdagangkan sekitar 25% di bawah nilai parinya sebesar 100 dolar AS.
Saham preferen itu juga memiliki dividen kumulatif tahunan sebesar 11,5%. Strategy telah menggunakan kendaraan pendanaan tersebut untuk membiayai akuisisi Bitcoin tambahan.
Garlinghouse menyajikan kondisi pasar tersebut sebagai bukti yang mendukung argumennya yang lebih luas. Ia menyarankan harga saat ini mencerminkan kekhawatiran investor seputar efisiensi pendanaan.
Oleh karena itu, diskusi meluas melampaui aset digital ke dalam dinamika pasar modal. Biaya pendanaan menjadi faktor lain dalam percakapan mata uang kripto yang lebih luas.
Komentar terbaru memperkenalkan dua pendekatan yang berlawanan terhadap penciptaan nilai aset digital. Salah satunya menekankan akumulasi treasury melalui pasar keuangan dan penggalangan dana perusahaan.
Pendekatan lainnya lebih mengutamakan adopsi blockchain dan utilitas jaringan yang praktis. Aktivitas transaksi dan aplikasi dunia nyata tetap menjadi inti dalam kerangka kerja tersebut.
Para pendukung model Strategy terus memandang eksposur bitcoin yang leveraged sebagai peluang jangka panjang. Mereka berargumen apresiasi Bitcoin yang berkelanjutan dapat mengimbangi biaya pendanaan terkait di berbagai siklus pasar.
Perdebatan ini mencerminkan evolusi yang berkelanjutan dalam strategi investasi mata uang kripto institusional. Pelaku pasar kini mengevaluasi baik struktur modal maupun utilitas blockchain saat menilai pertumbuhan aset digital.
Berita Terkait
Debat Strategi Bitcoin Memecah Para Pemimpin Kripto
TD Cowen Menurunkan Target Harga MicroStrategy 35% akibat Kelemahan Bitcoin
Permintaan Bitcoin Menurun saat BTC Menghadapi Tekanan Pasokan
Permintaan Bitcoin Menurun Saat BTC Hadapi Tekanan Pasokan
Perdebatan Strategi Bitcoin Memecah Para Pemimpin Kripto