Saham kripto mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Bernstein mengatakan reaksi pasar mungkin tidak tepat. Saham Circle turun hampir 21% selama lima hari. Hal ini menarik saham kripto lain ke bawah. Banyak investor mengaitkan penurunan ini dengan ketakutan terhadap aturan baru dalam draf RUU CLARITY. Namun, Bernstein berpendapat bahwa kepanikan ini mungkin didasarkan pada kesalahpahaman terhadap proposal sebenarnya.
Kekhawatiran ini sederhana. Beberapa percaya bahwa RUU tersebut bisa melarang hasil dari stablecoin. Jika itu terjadi, perusahaan yang terkait stablecoin bisa kehilangan sumber nilai utama. Karena itu, penjualan panik mulai menyebar. Namun, tidak semua setuju dengan reaksi ini.
Analis di Bernstein berpikir pasar bereaksi berlebihan. Dalam catatan terbaru, mereka mengatakan bahwa investor mungkin salah paham terhadap proposal tersebut. Mereka menunjukkan perbedaan utama. Beberapa perusahaan mendapatkan hasil, sementara yang lain hanya meneruskannya ke pengguna. Misalnya, Circle mendapatkan hasil dari cadangan di balik stablecoin-nya. Sementara itu, platform seperti Coinbase membantu mendistribusikan hasil tersebut ke pengguna.
Menurut Bernstein, RUU CLARITY terutama menargetkan bagaimana hasil didistribusikan. Itu tidak secara langsung melarang perusahaan mendapatkannya. Perbedaan ini sangat penting. Jika benar, dampaknya terhadap perusahaan besar mungkin lebih kecil dari yang diperkirakan. Akibatnya, analis percaya bahwa penjualan saat ini mungkin tidak mencerminkan risiko sebenarnya.
Draf RUU CLARITY telah memicu perdebatan yang lebih luas. Pembuat kebijakan berusaha menyeimbangkan inovasi dengan keamanan. Salah satu ide utama dalam RUU ini adalah membatasi hasil pasif. Ini berarti pengguna mungkin tidak mendapatkan imbalan hanya karena memegang stablecoin.
Namun, draft ini masih mengizinkan imbalan berbasis aktivitas. Ini bisa termasuk insentif terkait pembayaran atau penggunaan platform. Tapi, aturan-aturannya belum sepenuhnya jelas. Istilah seperti “kesetaraan ekonomi” meninggalkan ruang untuk interpretasi berbeda.
Karena itu, perusahaan tidak yakin bagaimana aturan akhir akan terlihat. Sementara Coinbase menentang proposal tersebut. Perusahaan memperingatkan bahwa aturan yang tidak jelas bisa merugikan cara kerja sistem stablecoin. Tanpa dukungan dari pemain besar, RUU ini bisa mengalami penundaan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa RUU ini mungkin tertunda jika tidak disahkan segera.
Untuk saat ini, pasar tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan. Bahkan pembaruan kecil bisa memicu reaksi kuat. Namun, pandangan Bernstein menawarkan sudut pandang berbeda. Alih-alih panik, mereka menyarankan untuk melihat lebih dekat detailnya. Jika RUU ini hanya mempengaruhi distribusi, perusahaan seperti Circle mungkin tidak menghadapi gangguan besar.
Namun, ketidakpastian tetap ada. Versi akhir dari RUU CLARITY bisa berubah sebelum menjadi undang-undang. Investor kemungkinan akan memantau dengan cermat dalam beberapa minggu mendatang. Setiap pembaruan baru bisa mengubah sentimen lagi. Pada akhirnya, situasi ini menunjukkan betapa cepatnya ketakutan bisa mempengaruhi pasar. Tapi juga menunjukkan pentingnya memahami detail kecilnya.