Menurut pernyataan terbaru anggota Monetary Policy Committee Bank of England, Catherine Mann, investor berutang (leveraged) dalam obligasi pemerintah Inggris (Gilts) berpotensi memicu volatilitas pasar. Mann menyoroti bahwa peserta baru telah muncul di pasar Gilt, sehingga berkontribusi pada potensi ketidakstabilan.
Inggris menghadapi defisit neraca berjalan yang terus berlangsung, diimbangi oleh surplus neraca finansial, yang menciptakan kerentanan struktural dalam keuangan eksternal. Tekanan harga energi global memperlebar defisit eksternal sekaligus memicu inflasi, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan kebijakan bank sentral dalam menyeimbangkan stabilitas harga dan aktivitas ekonomi.
Related News
Biaya Pinjaman Pemerintah Inggris Mencapai Puncak Tertinggi 28 Tahun di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
XRP Mengincar Ekspansi Likuiditas saat Undang-Undang CLARITY Memicu Debat Penyelesaian Kelembagaan Baru
Bank-bank AS Bersiap Menjelang Titik Balik Tokenisasi, Temuan Moody’s Ratings