Dalam wawancara eksklusif CNBC yang dilakukan akhir bulan lalu, CEO American Airlines Robert Isom memaparkan rencana untuk mempersempit kesenjangan keuntungan maskapai tersebut yang mencapai lebih dari $3 miliar dibanding United Airlines, yang tahun lalu mencatat keuntungan sekitar $3 miliar lebih tinggi daripada American, sementara Delta meraih hampir $5 miliar lebih banyak.
Isom mengatakan tujuan jangka panjang maskapai ini adalah menutup kesenjangan margin, meski ia tidak menyebutkan tenggat waktu. Para eksekutif American menjabarkan inisiatif baru, termasuk lounge bandara mewah yang lebih besar, pemesanan pesawat berbadan lebar baru, serta pembaruan interior armada jarak jauh untuk menarik penumpang kelas premium. Maskapai ini juga berencana memperluas program loyalitasnya, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan menambah sumber pendapatan kelas atas. Isom menggambarkan identitas maskapai sebagai “maskapai global premium dengan jejak terluas di Amerika Utara.”