Investasi Saham Berbasis AI Kian Menarik saat Byun Jung-soo Melaporkan Keuntungan SK Hynix

SK Hynix-11,52%

Model yang beralih menjadi penyiar, Byun Jung-soo, mengungkapkan di kanal YouTube “Bolbbangan Nyonnyonnyon” bahwa ia mulai berinvestasi saham berkat artificial intelligence, membeli saham SK Hynix seharga 1,75 juta won per lembar berdasarkan rekomendasi ChatGPT, lalu kemudian berhasil memulihkan dana pokoknya. Pengungkapan ini memicu minat di kalangan investor karena makin banyak trader ritel di Korea Selatan dan secara global yang beralih ke alat AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk analisis saham serta pengelolaan portofolio. Survei Maret oleh Investing.com menemukan bahwa 62% dari 938 investor ritel AS sudah menggunakan AI dalam keputusan investasi, sementara Wall Street Journal melaporkan pada Mei bahwa sekitar 30% investor di eToro memakai AI untuk pengelolaan portofolio, yang mencerminkan pergeseran lebih luas ke strategi perdagangan berbantuan AI.

Byun membagikan pengalamannya saat perjalanan ke Bangkok bersama aktor Bae Jong-ok dan Yoon Hyun-sook, menjelaskan bahwa kini ia berinvestasi hanya menggunakan keuntungan setelah menarik modal awalnya. Seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun yang diidentifikasi sebagai Ms. A juga melaporkan mencoba rekomendasi saham berbasis AI, dengan mengatakan bahwa meski ia tidak mengharapkan imbal hasil yang berlebihan, alat-alat tersebut membantunya memantau tren pasar dan informasi perusahaan. Praktik ini sudah cukup umum hingga bermunculan beberapa buku dan kursus online tentang investasi berbantuan AI di Korea Selatan.

Survei Global Mengonfirmasi Adopsi AI yang Meluas dalam Berinvestasi

Investing.com mensurvei 938 investor ritel AS pada Maret dan menemukan bahwa 62% menggunakan AI dalam keputusan investasi, dengan 23,6% melaporkan pemakaian secara rutin. Di antara responden, 26,6% menyatakan mereka telah melakukan beberapa perdagangan berdasarkan ide yang dihasilkan AI. Wall Street Journal mengutip data eToro pada Mei yang menunjukkan bahwa sekitar 30% investor di platform tersebut menggunakan AI untuk pengelolaan portofolio. Angka-angka ini sejalan dengan laporan anekdot dari investor Korea Selatan yang memakai model bahasa besar untuk merangkum berita, menyaring saham, dan menganalisis laporan keuangan.

Penelitian Akademik Mengungkap Keterbatasan AI dalam Strategi Perdagangan Aktif

Studi gabungan oleh peneliti dari University of Edinburgh, Sungkyunkwan University, dan UCLA, yang dipublikasikan di situs pratinjau arXiv dengan judul “Can LLM-based Financial Investing Strategies Outperform the Market in Long Run?”, menguji strategi investasi berbasis AI di lebih dari 100 saham dari 2004 hingga 2024. Penelitian tersebut menemukan bahwa strategi aktif yang melibatkan penyeimbangan ulang berbasis AI secara sering gagal mengungguli pendekatan sederhana buy-and-hold dalam jangka panjang. Studi ini mengaitkan kinerja buruk tersebut karena AI terlalu berhati-hati di pasar bullish dan terlalu agresif di pasar bearish. Namun, para peneliti mencatat bahwa AI menunjukkan kegunaan yang jelas dalam merangkum keterbukaan korporasi dengan cepat, mengekstrak poin-poin kunci dari laporan pendapatan, dan mengorganisasi data dasar di berbagai saham.

Seorang pekerja kantoran berusia 35 tahun yang diidentifikasi sebagai Mr. B melaporkan menghentikan langganan AI berbayarnya setelah menemukan analisis yang tidak konsisten dan sesekali halusinasi, termasuk harga saham saat ini yang keliru. Ia menggunakan beberapa platform AI — ChatGPT, Gemini, dan Claude — untuk verifikasi silang, tetapi menemukan bahwa perbedaan tersebut merusak kepercayaannya pada alat-alat tersebut.

Para Ahli Memperingatkan Agar Tidak Terlalu Bergantung pada AI untuk Keputusan Beli-Jual

Profesor dari University of Rome Tor Vergata dan University of Georgia menerbitkan makalah pada edisi Juni dari Journal of Financial Planning, memperingatkan bahwa “respons AI terdengar percaya diri tetapi tetap tidak lengkap, berpotensi menyesatkan, dan tunduk pada ketidakakuratan.” Para penulis menekankan bahwa mendelegasikan keputusan waktu beli-jual langsung atau pilihan penentuan ukuran posisi kepada AI membawa risiko yang signifikan. Studi Edinburgh-Sungkyunkwan-UCLA juga menyimpulkan hal serupa bahwa nilai AI terletak pada pengumpulan informasi dan penyaringan awal, bukan pada eksekusi perdagangan otonom, terutama di lingkungan bergejolak tinggi seperti KOSPI Korea Selatan, yang mengalami ayunan harian 5–10% pada periode-periode belakangan.

FAQ

Saham apa yang dibeli Byun Jung-soo berdasarkan rekomendasi ChatGPT?
Byun Jung-soo membeli saham SK Hynix seharga 1,75 juta won per lembar setelah rekomendasi ChatGPT dan sejak itu berhasil memulihkan dana pokoknya; kini ia berinvestasi hanya dengan keuntungan.

Berapa banyak investor AS yang menggunakan AI untuk investasi saham menurut survei Maret?
Survei Maret Investing.com terhadap 938 investor ritel AS menemukan bahwa 62% menggunakan AI dalam keputusan investasi, dengan 23,6% memakainya secara rutin dan 26,6% telah melakukan beberapa perdagangan berdasarkan ide yang dihasilkan AI.

Apa kesimpulan studi Edinburgh-Sungkyunkwan-UCLA tentang strategi trading AI?
Studi tersebut, yang menguji strategi berbasis AI di lebih dari 100 saham dari 2004 hingga 2024, menemukan bahwa penyeimbangan ulang berbasis AI yang sering berkinerja lebih buruk daripada pendekatan buy-and-hold dalam jangka panjang, meski AI terbukti berguna untuk merangkum keterbukaan dan mengorganisasi data perusahaan.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar