Menurut Business Insider, Julia Herrman, analis strategi pasar global di NYLife Investments, memperingatkan pada 20 Juli bahwa kenaikan harga chip artificial intelligence—fenomena yang dikenal sebagai “chipflation”—akan menjadi hambatan besar berikutnya bagi pasar investasi AI. Harga ekspor chip memori DRAM Korea Selatan melonjak 370% year-over-year, dibandingkan dengan puncak historis sekitar 100%, sehingga menyoroti tingkat keparahan inflasi chip.
Herrman mencatat bahwa perusahaan hyperscale menghadapi tekanan yang semakin besar akibat biaya chip yang terus meningkat, seiring kenaikan harga energi dan utilitas, sambil tetap mengelola ekspektasi keuntungan jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Lonjakan harga chip mencerminkan permintaan yang kuat, tetapi sekaligus membebankan biaya yang lebih tinggi kepada perusahaan yang sudah menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur AI, yang berpotensi membatasi laju pertumbuhan AI.