Pengadilan Tinggi Kolombia sedang menghadapi gelombang kritik setelah menolak banding dengan alasan dokumen “menunjukkan tanda-tanda dibuat oleh AI”. Badan ini menyatakan telah menggunakan alat Winston AI dan menyimpulkan bahwa dokumen tersebut hanya mengandung 7% konten yang dibuat oleh manusia, sehingga dinyatakan tidak sah.
Namun, pengacara Emmanuel Alessio Velasquez mengunggah putusan AP760/2026 dari pengadilan tersebut ke perangkat lunak yang sama dan mendapatkan hasil yang berlawanan: 93% konten dinilai dibuat oleh AI. Uji coba independen lainnya juga menunjukkan hasil yang bertentangan, menimbulkan keraguan tentang keandalan alat deteksi AI.
Para pengacara di Kolombia memperingatkan bahwa bergantung pada algoritma yang kurang transparan dapat melanggar hak akses terhadap keadilan. Sementara itu, pedoman internal yang dikeluarkan pada tahun 2024 oleh sistem peradilan Kolombia mewajibkan hakim untuk tidak menggunakan AI dalam pengambilan keputusan pengadilan.