Menurut laporan dari 1M AI News, Anthropic telah mengajukan sebuah proposal awal tahun ini untuk berpartisipasi dalam kompetisi senilai 100 juta dolar AS yang diselenggarakan oleh Pentagon, yaitu Orchestrator Prize Challenge, yang bertujuan mengembangkan teknologi kawanan drone otonom berbasis suara. Kompetisi ini diprakarsai oleh Defense Autonomous Warfare Group dan Defense Innovation Unit di bawah Komando Operasi Khusus, dan berlangsung dalam lima tahap, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga pengujian lapangan, dengan tahap akhir melibatkan “persepsi dan berbagi target” serta “dari peluncuran hingga akhir”. Proposal Anthropic yang berpusat pada Claude mengubah niat komandan menjadi perintah digital dan mengoordinasikan formasi drone, tanpa melibatkan penargetan otonom atau pengambilan keputusan senjata, dan manusia tetap mengawasi sepenuhnya. Perusahaan juga mengusulkan untuk membangun proyek penelitian bersama dengan Pentagon guna mengembangkan dan mengevaluasi kemampuan senjata otonom secara aman.
Anthropic berpendapat bahwa proposal tersebut tidak melanggar garis merah mereka tentang “tidak berpartisipasi dalam senjata otonom sepenuhnya”, karena manusia tetap dapat memantau dan menghentikan sistem kapan saja. Namun, akhirnya proposal mereka tidak terpilih, dan Bloomberg belum dapat memastikan alasannya. Proposal yang terpilih termasuk usulan gabungan dari SpaceX dan xAI, serta dua perusahaan teknologi pertahanan yang menjadikan OpenAI sebagai mitra AI mereka (salah satunya adalah kontraktor kendaraan militer otomatis, Applied Intuition). Teknologi OpenAI akan digunakan dalam tahap “pengendalian tugas” untuk membantu mengubah perintah suara menjadi perintah digital. Beberapa jam setelah Pentagon mengumumkan larangan terhadap kontraktor mereka untuk melakukan kegiatan komersial dengan Anthropic pada hari Jumat lalu, OpenAI mengumumkan kesepakatan baru dengan Departemen Pertahanan untuk menggunakan alat AI mereka di sistem cloud rahasia. Anthropic menolak berkomentar. (Bloomberg)