PayPay berencana melakukan IPO di NASDAQ, mengumpulkan dana sebesar 1,1 miliar dolar AS dengan valuasi melampaui 10 miliar dolar AS

MarketWhisper

PayPay計劃在納斯達克IPO

PayPay, layanan pembayaran non-tunai terbesar di Jepang, sedang mencari penawaran umum perdana di Amerika Serikat, berniat untuk menerbitkan 5.500 American Depositary Receipts (ADR) di Nasdaq, masing-masing dengan harga antara $17 dan $20, mengumpulkan hingga $11 miliar. Pada jangka waktu harga tertinggi, pencatatan akan menilai perusahaan pembayaran yang didukung SoftBank Group lebih dari $100 juta di bawah simbol ticker PAYP.

Detail IPO: $5,500-$17 untuk 20K ADR

Menurut Reuters, perusahaan yang berbasis di Tokyo dan salah satu pemegang sahamnya yang menjual saham bersama-sama merencanakan IPO. Kisaran harga untuk 55 juta ADR masing-masing ditetapkan pada $17 hingga $20, menghasilkan penggalangan dana maksimum $1,1 miliar.

Didirikan pada tahun 2018 dan didukung oleh investasi bersama oleh SoftBank Group dan Yahoo Jepang, PayPay adalah platform pembayaran seluler No. 1 di Jepang. Aplikasinya memungkinkan konsumen untuk melakukan pembayaran tanpa uang tunai, mentransfer uang, dan mengelola saldo digital di toko, dan PayPay telah menjadi alat keuangan inti dalam kehidupan sehari-hari 7.000 pengguna Jepang dalam konteks kemajuan Jepang yang cepat menuju tanpa uang tunai.

Data Utama IPO PayPay Nasdaq

Skala penerbitan yang diusulkan: 5,500 Tanda Terima Penyimpanan Amerika (ADR)

Kisaran harga: $17 hingga $20 per porsi

Jumlah maksimum dana yang terkumpul: Hingga $11 miliar

Penilaian tertinggi: Lebih dari $100 juta dengan harga tertinggi

Kode saham:P AYP (Nasdaq)

Penerbit:P ayPay dan salah satu pemegang sahamnya yang menjual sahamnya

Ukuran pengguna: Lebih dari 7.000 pengguna terdaftar di Jepang

Alasan penundaan: Gejolak geopolitik di Timur Tengah telah menyebabkan gejolak pasar global

Latar Belakang Pasar: PayPay menguji selera investor di tengah gejolak

Waktu IPO ini cukup menantang. Pasar saham global berada di bawah tekanan umum setelah eskalasi tajam situasi di Timur Tengah, dan proses IPO yang dijadwalkan dimulai pada hari Senin terpaksa ditunda, semakin menguji tekad penjamin emisi dan manajemen PayPay untuk menyelesaikan pencatatan dalam lingkungan yang tidak pasti.

Jika akhirnya berhasil terdaftar, PayPay akan menjadi salah satu kasus IPO AS terbesar dari perusahaan Jepang dalam beberapa tahun terakhir, dan juga menambahkan aset terdaftar lain yang terkait dengan strategi keuangan digital ke SoftBank Group. Kebijakan non-tunai yang sedang berlangsung dari pemerintah Jepang telah memberikan pendorong pertumbuhan struktural yang kuat untuk PayPay, yang secara langsung diuntungkan dari peningkatan pesat penetrasi pembayaran seluler di Jepang sebagai pemimpin pasar yang dikatalisis oleh percepatan epidemi COVID-19.

IPO ini juga menjadi batu ujian penting bagi sektor fintech di pasar AS pada tahun 2026. Dalam lingkungan makro dengan meningkatnya volatilitas pasar saham dan meningkatnya risiko geopolitik, penerimaan investor terhadap penawaran saham baru akan secara langsung berdampak pada ekspektasi penilaian perusahaan fintech yang berencana untuk go public di masa depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu PayPay dan mengapa terdaftar di Amerika Serikat?

PayPay adalah penyedia layanan pembayaran non-tunai terbesar di Jepang, didukung oleh SoftBank Group, dengan lebih dari 7.000 pengguna Jepang. Pilihan untuk terdaftar di Nasdaq terutama untuk menunjukkan potensi pertumbuhan kepada investor institusional global dan menyediakan saluran keluar likuiditas bagi perusahaan dan pemegang saham yang ada, sambil menggunakan ukuran pasar modal AS untuk mengumpulkan dana untuk ekspansi bisnis di masa depan.

Berapa skala penilaian dan pendanaan IPO PayPay?

PayPay berencana untuk menerbitkan 55 juta ADR dengan kisaran harga $17 hingga $20 per saham, dengan penggalangan dana maksimum $11 miliar. Pada perhitungan harga tertinggi, penilaian keseluruhan perusahaan akan melebihi $100 miliar, menjadikannya salah satu kasus IPO AS terbesar dari perusahaan Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa IPO ini ditunda?

IPO PayPay awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan sebelum pasar dibuka pada hari Senin, tetapi rencana IPO terpaksa ditunda karena guncangan pasar global dan peningkatan penghindaran risiko yang disebabkan oleh eskalasi tajam di Timur Tengah. Penundaan ini menyoroti dampak langsung dari risiko geopolitik pada pasar IPO.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)