The Wall Street Journal mengungkapkan: Trump menargetkan Iran dan Khamenei menggunakan Claude AI, OpenAI mengambil alih seluruh sistem Pentagon

動區BlockTempo

Menurut laporan dari The Wall Street Journal, Central Command (CENTCOM) Amerika Serikat menggunakan sistem AI Claude dari Anthropic dalam operasi penyerangan udara ke Iran, yang menyediakan analisis intelijen, identifikasi target, dan simulasi medan perang—meskipun hanya beberapa jam setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang Anthropic. Peristiwa ini menyoroti bahwa AI telah sangat menyusup ke infrastruktur pertahanan, sehingga bahkan larangan presiden pun sulit untuk langsung memutuskan hubungan.

Baru saja melarang, Claude masih bekerja di medan perang

Menurut sumber dari The Wall Street Journal, CENTCOM dalam operasi udara ke Iran yang diberi kode “Operation Epic Fury” terus menggunakan Claude untuk berbagai tugas penting—termasuk analisis data intelijen, bantuan identifikasi target, dan simulasi situasi medan perang.

Anthropic tahun lalu menandatangani kontrak prototipe dua tahun dengan batas nilai 200 juta dolar melalui kemitraan dengan Palantir dan Amazon Web Services. Claude menjadi model AI komersial pertama yang diizinkan berjalan di jaringan rahasia Pentagon, digunakan mulai dari pengujian senjata hingga komunikasi medan perang secara real-time. Dilaporkan, sistem ini juga pernah membantu dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari tahun ini.

Anthropic teguh pada dua garis merah, disingkirkan karena tidak mau patuh

Inti konflik adalah: Pentagon meminta Anthropic menghapus batasan penggunaan dalam kontrak, agar Claude bisa digunakan untuk “semua keperluan yang sah”; namun CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak kompromi dan tetap berpegang pada dua garis etik utama—

Claude tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga AS dan tidak boleh menggerakkan sistem senjata otonom sepenuhnya.

Amodei menyatakan bahwa perusahaan menentang penggunaan AI untuk “pengawasan domestik massal” dan “sistem senjata otonom penuh”, menegaskan bahwa pengambilan keputusan militer harus tetap di tangan manusia, bukan algoritma. Dalam pernyataannya, dia menulis: “Kami tidak bisa dengan hati nurani menyetujui permintaan mereka.”

Menteri Pertahanan Pete Hegseth segera memasukkan Anthropic ke dalam daftar “risiko rantai pasokan”, dan Trump secara langsung memerintahkan semua lembaga federal “untuk segera berhenti menggunakan” teknologi Anthropic—meskipun Departemen Pertahanan dan lembaga penting lainnya diberikan masa transisi selama 6 bulan. Anthropic menyatakan akan menantang penetapan ini di pengadilan, menyebutnya “tidak berdasar hukum”, dan memperingatkan bahwa langkah ini dapat menjadi preseden berbahaya bagi “perusahaan AS yang bernegosiasi dengan pemerintah.”

OpenAI cepat mengambil alih, kompetisi senjata AI berganti pemain

Hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan pelarangan terhadap Anthropic, OpenAI mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan untuk menempatkan teknologi AI-nya di jaringan militer rahasia.

Yang menarik, selama proses kontroversi ini, CEO OpenAI, Sam Altman, pernah dalam wawancara CNBC secara terbuka mendukung Anthropic, menyebutnya “dapat dipercaya di bidang keamanan”—meskipun akhirnya OpenAI memilih mengambil alih kontrak militer yang dipaksa ditinggalkan Anthropic. Interaksi halus antar raksasa AI ini mencerminkan dilema di Silicon Valley antara keuntungan bisnis dan prinsip etika.

AI sudah tidak bisa dihentikan: larangan tak mampu mengatasi kecenderungan teknologi

Peristiwa ini bukan sekadar pertarungan politik antara Trump dan Anthropic, melainkan sebuah kenyataan yang lebih mendasar: ketika sistem AI sudah menyusup ke setiap aspek militer, mulai dari analisis intelijen hingga penargetan, perintah “cabut kabel” pun tidak bisa langsung berlaku dalam waktu singkat.

Bagi komunitas cryptocurrency dan Web3, kasus ini memberi pelajaran penting—baik AI maupun blockchain, ketika teknologi masuk ke inti sistem pemerintah dan pertahanan, ide “desentralisasi” harus menghadapi kenyataan “kehendak negara”. Pengalaman Anthropic menunjukkan bahwa menjaga etika teknologi bisa berbiaya kehilangan klien terbesar.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)