PengoPay meluncurkan platform pembayaran stablecoin multi-rantai yang mendukung Ethereum dan Solana, menawarkan pembayaran kripto yang aman, faktur, dan penyelesaian global.
Sektor pembayaran kripto global sedang berkembang seiring masuknya platform infrastruktur baru ke pasar. Baru-baru ini, solusi pembayaran stablecoin baru diluncurkan yang akan membantu menyederhanakan pembayaran blockchain. Platform ini menargetkan bisnis dan freelancer untuk penggunaan aset digital.
Perusahaan PengoPay mengumumkan secara resmi infrastruktur pembayaran stablecoin multi-rantai. Sistem ini mendukung transaksi menggunakan jaringan Ethereum dan Solana. Peluncuran ini dimaksudkan untuk memudahkan bisnis di seluruh dunia melakukan pembayaran menggunakan blockchain.
PengoPay awalnya mendukung jaringan blockchain @ethereum dan @solana, dan akan berkembang ke ekosistem blockchain yang lebih berkembang di masa depan.
Mengenai stablecoin, PengoPay sudah mengimplementasikan dukungan untuk USDT @tether dan @USDC @circle, memenuhi sebagian besar… pic.twitter.com/dRLcsPOd4t— PengoPay 🐧 (@PengoPayment) 28 Februari 2026
Platform ini beroperasi dari pusat keuangan Abu Dhabi Global Market. Pusat regulasi ini dikenal luas sebagai pendukung inovasi keuangan dan aset digital. Oleh karena itu, lokasi ini menawarkan kerangka kepatuhan penting untuk infrastruktur pembayaran kripto.
_Baca Juga: _****Vitalik: AI Bisa Mempercepat Keamanan Ethereum
Awalnya, sistem ini kompatibel dengan dua stablecoin terkemuka yang digunakan dalam transaksi kripto di seluruh dunia. Kedua stablecoin tersebut adalah USD Coin dan Tether. Keduanya sudah memainkan peran utama dalam penyelesaian aset digital.
Infrastruktur ini bersifat non-kustodial dan pengguna tetap mengendalikan penuh dana mereka. Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu menaruh aset di perantara terpusat. Struktur ini mengurangi risiko counterparty dalam proses pembayaran.
Selain itu, platform ini dilengkapi berbagai alat pembayaran yang ditujukan untuk perdagangan global. Bisnis dapat membuat faktur untuk kripto yang akan digunakan oleh klien internasional. Pengguna juga dapat membangun halaman pembayaran kustom untuk penyelesaian aset digital.
Keamanan dan kepatuhan adalah faktor penting dalam desain sistem ini. Platform ini mengintegrasikan pemantauan transaksi untuk pembayaran blockchain. Alat ini digunakan untuk memvalidasi transfer aset digital sebelum penyelesaian dilakukan.
Infrastruktur ini juga menyediakan prosedur verifikasi Know Your Transaction. Mekanisme ini membantu melacak asal-usul aset blockchain sebelum pembayaran diselesaikan. Selain itu, pemeriksaan kepatuhan anti-pencucian uang juga telah dibangun ke dalam sistem.
Fitur penting lainnya adalah layanan konversi yang diatur untuk stablecoin. Bisnis terkadang harus menukar aset digital ke mata uang tradisional. Platform ini memfasilitasi konversi tersebut melalui mitra keuangan yang berlisensi.
Selain itu, stablecoin menjadi sangat penting dalam pembayaran kripto di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Token ini mempertahankan nilai yang stabil karena mengikuti nilai mata uang tradisional. Oleh karena itu, banyak bisnis lebih memilih stablecoin untuk transaksi internasional.
Memandang ke masa depan, perusahaan berencana mengembangkan teknologi lebih lanjut pada tahun 2026. Peta jalannya mencakup peluncuran kerangka pembayaran khusus yang dikenal sebagai AgentPay Protocol. Protocol ini akan didasarkan pada kemampuan melakukan pembayaran aman ke sistem kecerdasan buatan berbasis blockchain.
Sistem ini sering disebut sebagai agen AI otonom di blockchain. Mereka mampu melakukan tugas, memproses informasi, dan menyelesaikan tindakan keuangan secara otomatis. Oleh karena itu, infrastruktur pembayaran harus mendukung transaksi mesin-ke-mesin yang aman.
AgentPay Protocol dirancang untuk mendukung interaksi pembayaran otomatis tersebut. Pengembang berharap protocol ini akan memperluas penggunaan blockchain untuk lebih dari sekadar perdagangan yang digunakan manusia.
Peluncuran platform ini merupakan bukti meningkatnya peran stablecoin dalam keuangan global. Banyak perusahaan kini melihat pembayaran blockchain untuk mempercepat pembayaran lintas batas.
Artikel Terkait
Data: Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di seluruh jaringan mencapai 274 juta dolar AS, likuidasi posisi long sebesar 189 juta dolar AS, dan likuidasi posisi short sebesar 85,946,9 juta dolar AS
Data: Jika ETH menembus $2,168, kekuatan likuidasi posisi short di CEX utama akan mencapai $624 juta
Prediksi Harga Bitcoin Berbalik Menjadi Bullish, Tapi Ethereum Masih Terjebak
Cryptocurrency Terbaik untuk Dibeli Sekarang: SOL dan LINK Menguat, tetapi Pepeto Menargetkan 100x sementara Yayasan Ethereum Berencana Membuat ETH sebagai Lapisan Kepercayaan untuk AI
Data: Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di seluruh jaringan mencapai 339 juta dolar AS, likuidasi posisi long sebesar 182 juta dolar AS, dan likuidasi posisi short sebesar 157 juta dolar AS