Tentara AS dikabarkan telah menggunakan model Claude dari Anthropic dalam sebuah serangan udara besar terhadap Iran, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump meminta lembaga federal berhenti bekerja sama dengan perusahaan ini. Menurut The Wall Street Journal, Komando Pusat AS telah menggunakan AI untuk menganalisis intelijen, menentukan target, dan memodelkan medan perang.
Sebelumnya, Anthropic pernah menandatangani kontrak senilai hingga 200 juta USD dengan Pentagon, melalui kerjasama dengan Palantir dan Amazon Web Services. Namun, ketegangan meningkat ketika CEO Dario Amodei menolak membiarkan militer menggunakan AI tanpa batas karena alasan etika. Setelah itu, Pentagon beralih ke kesepakatan penerapan AI dengan OpenAI.