作者:TinTinland
Ketika AI mampu menggantikan tugas-tugas kompleks pekerja kantoran dengan biaya sangat rendah secara sempurna, guncangan terhadap pekerjaan berbasis otak mungkin akan terjadi lebih cepat dan lebih menyeluruh daripada revolusi industri manapun.
Bagi orang biasa, pertanyaan penting yang harus dipikirkan sudah di depan mata: di era AI, pekerjaan apa yang sedang cepat menghilang? Dan dampak dari guncangan ini terhadap posisi di industri Web3 apa saja?
Pengembang Solidity / Kontrak Pemula
AI sudah bisa menghasilkan sekitar 80% kontrak pintar standar, banyak proyek Web3 mulai menggunakan AI untuk membuat versi awal kontrak, lalu diperiksa dan dioptimalkan oleh pengembang tingkat tinggi.
Peneliti / Analis Pemula
Jika pekerjaan Anda adalah: mengumpulkan data, menulis deskripsi proyek, menerjemahkan whitepaper, membuat tabel perbandingan horizontal, maka sebenarnya Anda sedang melakukan pekerjaan yang paling dikuasai AI.
Agent AI sudah mampu memanggil API secara otomatis, memproses data, menghasilkan grafik, dan memberikan wawasan. Laporan mendalam yang sebelumnya membutuhkan tiga hari dari analis data, kini bisa dihasilkan AI dalam beberapa menit.
Pengelola Komunitas / Customer Service
Saat ini, layanan pelanggan berbasis AI sudah mampu online 24/7, membalas dalam berbagai bahasa, menyaring spam secara otomatis, dan memberikan jawaban personalisasi berdasarkan riwayat pengguna.
Trader Kripto
Trading frekuensi tinggi, arbitrase, market making dulu menjadi keunggulan utama trader kripto.
Keunggulan AI di bidang ini sangat dominan: reaksi yang lebih cepat, kemampuan pengenalan pola yang lebih kuat, pengendalian risiko yang lebih akurat, dan disiplin eksekusi yang tak pernah lelah.
Seniman NFT
Konten visual yang dihasilkan AI sudah mampu menyamai bahkan melampaui karya seniman manusia, yang lebih penting lagi, biaya penciptaannya hampir nol.
Arsitek Kolaborasi AI-Web3
Seiring AI Agent mulai langsung terlibat dalam interaksi di blockchain, proyek perlu merancang dari tingkat sistem bagaimana kolaborasi keduanya berlangsung.
Peran ini bertanggung jawab menyelesaikan masalah seperti bagaimana AI mengendalikan dompet multi-tanda secara aman, bagaimana berpartisipasi dalam tata kelola DAO, dan bagaimana memverifikasi hasil inferensi AI di blockchain. Intinya, membangun arsitektur dasar untuk “sistem Web3 yang dapat diikuti AI”.
Koordinator Pelatihan AI Agent
Ketika sebuah proyek menjalankan banyak Agent seperti trading, komunitas, risiko, dan data secara bersamaan, bagaimana agar mereka bisa bekerja sama tanpa kehilangan kendali?
Posisi ini membutuhkan definisi batas tanggung jawab Agent, tingkat hak akses, mekanisme insentif dan pembatasan, untuk mencegah terjadinya permainan, konflik internal, bahkan risiko sistemik antar Agent.
Insinyur Prompt Tingkat Tinggi
Dalam skenario Web3, perilaku Agent sangat bergantung pada konteks dan batasan, bukan hanya prompt tunggal. Peran ini sedang berkembang dari “menulis Prompt” menjadi “merancang kerangka perilaku jangka panjang”, termasuk penetapan peran, struktur memori, hak akses panggilan, dan mekanisme penanganan kegagalan, yang secara langsung menentukan stabilitas dan kontrol AI di blockchain.
Perancang Ekonomi Perilaku di Blockchain
Ketika AI Agent menjadi pemain penting di blockchain, model ekonomi token yang sebelumnya bergantung pada emosi manusia mulai tidak berlaku.
Perancang ekonomi perilaku di blockchain harus merancang insentif yang mampu menarik partisipasi manusia sekaligus menahan arbitrase dan manipulasi AI, memperkenalkan parameter adaptif dan batasan dinamis, serta mampu menghadapi kemampuan AI dalam mengidentifikasi celah dengan cepat.
Petugas Kepatuhan dan Etika Web3
Ketika AI Agent digunakan untuk pengambilan keputusan tata kelola, risiko, dan penyaringan pengguna, bias algoritma dan tanggung jawab menjadi masalah yang tak terhindarkan.
Petugas kepatuhan dan etika Web3 harus memahami hukum, teknologi, dan logika tata kelola secara bersamaan, mencari keseimbangan yang dapat diterapkan antara regulasi dan prinsip desentralisasi.
Ahli Privasi dan Verifikasi Manusia
Di era di mana AI Agent merajalela, membedakan “identitas manusia” dan “identitas mesin” akan memiliki nilai ekonomi besar. Para ahli ini akan memanfaatkan komputasi privasi dan teknologi pengenalan biometrik untuk menyediakan layanan verifikasi manusia yang terpercaya di lingkungan Web3.
Bagi para pelaku Web3, mungkin saatnya benar-benar mulai berpikir: apakah pekerjaan yang saya lakukan sekarang masih diperlukan manusia dalam tiga tahun ke depan?
Memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan AI, serta menemukan celah kolaborasi antara manusia dan mesin — di situlah bukan hanya tanah subur untuk pertumbuhan pekerjaan baru, tetapi juga tiket masuk ke era berikutnya.