Wawasan Utama:
Shiba Inu mencatat death cross pada grafik dua jamnya saat tekanan jual meningkat di seluruh pasar kripto. Rata-rata pergerakan jangka pendek 50 menyeberang di bawah 200 saat token ini turun ke $0.00000590. Perkembangan teknikal ini muncul saat trader merespons ketidakpastian makro yang diperbarui dan kondisi likuiditas yang menurun.
Token ini sempat menyentuh $0.00000590 sebelum pembeli mendorongnya kembali ke sekitar $0.00000614 saat laporan ini dibuat. Rebound tersebut membantu mengonfirmasi level yang lebih rendah sebagai support jangka pendek. Namun, tren secara keseluruhan tetap rapuh karena kerugian mingguan membesar lebih dari tujuh persen.
Data pasar menunjukkan hampir $485 juta dalam likuidasi selama 24 jam terakhir. Selain itu, kapitalisasi pasar total kripto menurun sekitar $100 miliar selama periode yang sama. Akibatnya, aset berisiko menghadapi tekanan baru karena ketegangan perdagangan global dan kekhawatiran tarif mempengaruhi perilaku investor.
Sumber: TradingView
Penurunan Shiba Inu saat ini menandai hari ketiga berturut-turut kerugian setelah penurunan yang dimulai pada 21 Februari. Selain itu, analis mengaitkan kelemahan ini dengan likuiditas yang tipis dan kepercayaan yang berkurang di kalangan trader. Token ini bergerak sejalan dengan cryptocurrency utama saat peserta pasar mengurangi eksposur.
Grafik teknikal kini menunjukkan resistance terbentuk di $0.00000733 dan $0.00000968. Selain itu, support tetap di $0.00000590, dengan bantalan bawah di sekitar $0.00000575 jika penjualan berlanjut. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar level ini dapat menentukan langkah jangka pendek berikutnya.
Shiba Inu terus mengikuti sentimen risiko yang lebih luas daripada perkembangan spesifik token. Selain itu, trader memantau headline makro dan likuiditas pasar secara keseluruhan untuk mendapatkan arahan. Stabilitas harga kemungkinan akan bergantung pada apakah pasar kripto yang lebih luas mampu pulih setelah gelombang likuidasi terakhir.
Artikel Terkait
SHIB Menghadapi Ujian Breakout Penting karena Ramalan Mengarah ke Kenaikan Jangka Pendek 7,47%