Investor menarik lebih dari $3,4 miliar dari ETF Bitcoin dalam empat minggu, menunjukkan tekanan jual yang terus-menerus saat harga turun.
Kekhawatiran regulasi, termasuk aturan stablecoin dan kebijakan Fed, membuat investor kripto mempertimbangkan ulang risiko.
Di tengah tekanan pasar, ETF kripto baru dengan imbal hasil staking menunjukkan bahwa inovasi terus berlanjut di ruang ini.
ETF Bitcoin sedang mengalami tekanan, dengan investor menarik lebih dari $3,4 miliar selama empat minggu terakhir. Platform analitik blockchain Arkham memperingatkan bahwa jika minggu ini juga berakhir merah, itu akan menjadi rangkaian keluar dana terpanjang sejak Maret 2025.
Minggu demi minggu, penarikan dana sangat besar—$1,3 miliar, $1,5 miliar, $318 juta, dan $360 juta—menunjukkan bahwa tekanan jual tidak berkurang. Penurunan tajam Bitcoin dari $126.000 pada Oktober menjadi $69.000 hari ini hanya menambah kekhawatiran, memicu pembicaraan tentang kemungkinan musim dingin kripto baru.
Penarikan dana yang stabil dari ETF Bitcoin menunjukkan seberapa berhati-hatinya investor merasa. Bukan hanya harga yang turun—ketidakpastian seputar aturan juga membebani pasar. Gedung Putih membantu memfasilitasi pembicaraan antara bank besar dan perusahaan kripto, dengan aturan stablecoin dan RUU CLARITY menjadi pusat perhatian.
Bank-bank khawatir bahwa pengembalian tinggi dari stablecoin dapat menarik uang dari deposito tradisional, menambah tekanan pada produk investasi kripto. Selain itu, penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve baru-baru ini menambah lapisan kehati-hatian. Warsh skeptis terhadap kebijakan uang mudah dan pelonggaran kuantitatif, yang membuat investor semakin berhati-hati.
ETF kripto jelas mengalami kesulitan. Meski kebijakan RMP meningkatkan likuiditas, empat minggu keluar dana bersih menunjukkan bahwa investor masih waspada. Baik pasar tradisional maupun pasar kripto dipengaruhi oleh suku bunga, yang terus menjadi masalah utama bagi aset berisiko.
Banyak trader meninjau kembali posisi dan eksposur risiko mereka sebagai akibatnya. Pilihan juga dipengaruhi oleh tren historis. Siklus empat tahun konvensional masih relevan, menurut analis, dan penurunan pasar terbaru menunjukkan hal ini.
Kepercayaan investor masih sangat dipengaruhi oleh dinamika regulasi. Regulasi stablecoin dalam RUU CLARITY mungkin mengubah cara bank dan perusahaan kripto mengelola likuiditas. Selain itu, pembicaraan tentang tingkat stablecoin dan potensi ancaman terhadap deposito konvensional masih berlangsung antara regulator dan lembaga keuangan. Oleh karena itu, dalam beberapa minggu mendatang, perkembangan kebijakan kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan pasar.
Trump Media & Technology Group mengajukan permohonan ETF “Truth Social” yang akan mencakup Bitcoin dan Ether, menambah twist baru ke pasar. Dana ini berencana menawarkan imbal hasil staking melalui kemitraan dengan Crypto.com. Bahkan dengan semua ketidakpastian ini, langkah ini menunjukkan bahwa inovasi dalam produk investasi kripto masih sangat hidup.