Opsi ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) melonjak ke puncak baru, melampaui ETF emas dalam hal minat terbuka dan volume perdagangan. Per 10 Februari, opsi IBIT mencapai total 7,33 juta kontrak aktif, menempatkannya sebagai pasar opsi terbesar kesembilan di AS. Ini menandai pergeseran signifikan, karena Bitcoin mendapatkan momentum dibandingkan aset tradisional seperti emas.
Lonjakan opsi IBIT menyoroti meningkatnya minat terhadap cryptocurrency. Kenaikan ini bertepatan dengan kinerja kuat Bitcoin, yang mengungguli emas dalam sesi perdagangan terakhir. Seiring Bitcoin terus naik, lonjakan opsi IBIT mencerminkan tren pasar yang lebih luas, dengan investor merespons perubahan sentimen risiko global.
Dominasi ETF Bitcoin BlackRock yang Semakin Kuat di Pasar Opsi
Kenaikan opsi IBIT menunjukkan pergeseran preferensi menuju aset berbasis Bitcoin. Dengan 7,33 juta kontrak IBIT yang terbuka, Bitcoin telah memperkuat posisinya di pasar opsi, melampaui bahkan ETF emas seperti SPDR Gold Shares (GLD). Sebaliknya, opsi GLD saat ini berada di angka 6,44 juta, menunjukkan keunggulan yang jelas untuk Bitcoin di bidang ini.
Opsi IBIT telah mencatat volume perdagangan yang mengesankan, dengan lebih dari 284 juta saham diperdagangkan, menghasilkan nilai notional lebih dari 10 miliar dolar. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dari rekor sebelumnya yang dicapai pada November. Volume dan minat yang meningkat mencerminkan tren bahwa Bitcoin semakin mendapatkan panggung di pasar keuangan.
Rasio put/call untuk opsi IBIT saat ini adalah 0,64, menunjukkan prospek pasar yang lebih seimbang dibandingkan rasio emas sebesar 0,50. Seiring Bitcoin terus naik, pasar opsi-nya menjadi semakin berpengaruh, sementara minat terhadap emas mulai menurun. Pergeseran ini menandai perubahan sentimen pasar yang lebih luas, dengan Bitcoin semakin menonjol dibandingkan emas.
Opsi Bitcoin Melampaui Emas di Tengah Perubahan Pasar Global
Opsi Bitcoin telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, sementara harga emas melemah. Kembalinya selera risiko global menyebabkan harga emas menurun, sementara indeks saham menunjukkan kinerja positif. Pergeseran sentimen ini dikaitkan dengan antisipasi data ekonomi AS yang akan datang, termasuk laporan pekerjaan dan angka inflasi CPI.
Meskipun ada ekspektasi bahwa emas bisa mencapai level tertinggi baru dalam beberapa tahun mendatang, Bitcoin terus mengunggulinya dari segi sentimen pasar. BNP Paribas memproyeksikan bahwa emas bisa mencapai 6.000 dolar pada 2026, tetapi Bitcoin tetap memegang posisi yang lebih kuat di pasar saat ini. Pergeseran ini mencerminkan penilaian ulang terhadap aset safe-haven tradisional.
Seiring kondisi pasar berubah, fokus yang semakin besar pada aset berbasis Bitcoin seperti IBIT mungkin terus menantang investasi tradisional seperti emas. Dengan Bitcoin yang semakin menonjol, ia berpotensi menjadi bagian yang semakin besar dari portofolio investor, mengubah lanskap investasi safe-haven.
Kinerja Bitcoin di Tengah Volatilitas yang Meningkat
Meskipun pasar baru-baru ini mengalami penurunan sebesar 30%, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Volatilitas ini memicu perdebatan berkelanjutan mengenai masa depan Bitcoin, terutama dibandingkan dengan emas. Namun, beberapa analis percaya bahwa volatilitas Bitcoin bisa menarik lebih banyak investor jika kondisi pasar terus mendukung aset yang lebih berisiko.
Nikolaos Panigirtzoglou dari JPMorgan mencatat bahwa volatilitas Bitcoin terhadap emas telah menurun ke level terendah sepanjang masa, yaitu 1,5. Rasio volatilitas yang lebih rendah ini membuat Bitcoin lebih menarik bagi investor yang mencari pengembalian lebih tinggi. Seiring volatilitas Bitcoin terus menurun, kemungkinan akan menarik gelombang minat baru dari investor yang berani mengambil risiko.
Dengan perubahan dinamika pasar ini, pengakuan terhadap Bitcoin sebagai aset penting semakin berkembang. Banyak pakar menyarankan bahwa harga Bitcoin bisa melonjak menuju 266.000 dolar setelah sentimen negatif saat ini mereda. Potensi pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Bitcoin bisa menjadi aset yang semakin menarik bagi investor dalam waktu dekat.
ETF Bitcoin Spot Mencatat Masuk Dana Rekor Meski ETF BlackRock Mengalami Redemptions
ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) mengalami lonjakan aktivitas opsi, tetapi kinerja keseluruhannya beragam. Pada 6 Februari, ETF Bitcoin spot mencatat masuk dana bersih sebesar 144,9 juta dolar, menandai minat yang kembali terhadap cryptocurrency. Ini merupakan pembalikan positif setelah periode keluar dana, menunjukkan perubahan sentimen terhadap Bitcoin.
Namun, ETF Bitcoin BlackRock menghadapi redemption sebesar 20,9 juta dolar, menandakan prospek yang kurang menguntungkan untuk ETF tersebut. Meski begitu, ETF IBIT tetap menjadi pemain yang berpengaruh di pasar. Aktivitas yang meningkat dalam opsi Bitcoin, bersama dengan fluktuasi masuk dan keluar dana ETF, menunjukkan bahwa peran Bitcoin di pasar keuangan tradisional sedang berkembang.
Ketidaksesuaian antara masuk dana dan redemption ini menyoroti kompleksitas perilaku investor di ruang cryptocurrency. Sementara opsi Bitcoin semakin populer, pasar ETF tetap volatile. Meski demikian, kenaikan aktivitas opsi Bitcoin adalah sinyal kuat bahwa Bitcoin sedang meneguhkan posisinya sebagai aset dominan di pasar keuangan global.
Artikel ini awalnya diterbitkan dengan judul BlackRock Bitcoin ETF Options Surge, Overtake Gold in Market Volume di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.
Artikel Terkait
Threshold Meluncurkan Aplikasi Likuiditas Bitcoin Serba Ada
Data: 199.11 BTC dipindahkan dari alamat anonim, bernilai sekitar 13,64 juta dolar Amerika Serikat
Data: Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di seluruh jaringan mencapai 371 juta dolar AS, likuidasi posisi long sebesar 241 juta dolar AS, dan likuidasi posisi short sebesar 130 juta dolar AS
Bitcoin Bertahan di $66.000 saat Pasar Bersiap untuk Pemulihan Maret