Kris Marszalek, CEO dari Crypto.com, telah resmi meluncurkan ai.com — sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk pengguna umum, dibangun seputar agen AI otomatis, dengan peluncuran publik yang dijadwalkan bersamaan dengan iklan di Super Bowl pada hari Minggu minggu ini.
Menurut pengumuman, ai.com memperkenalkan “agen AI mandiri” — perangkat lunak yang tidak hanya merespons perintah tetapi juga dapat mewakili pengguna untuk melakukan tindakan seperti mengatur jadwal, mengirim pesan, dan menjalankan proses di berbagai aplikasi. Platform ini diposisikan sebagai langkah transisi dari AI berbasis chatbot ke sistem yang mampu menyelesaikan tujuan nyata secara independen.
Agen-agen ini beroperasi dalam lingkungan yang terisolasi dan terenkripsi, terkait dengan masing-masing pengguna, dengan hak akses yang dikendalikan langsung oleh pengguna. Perusahaan menyatakan bahwa agen-agen ini juga dapat meningkatkan diri secara otomatis dengan mengembangkan kemampuan yang kurang untuk menyelesaikan tugas, sekaligus berbagi peningkatan ini di seluruh jaringan.
Marszalek — yang tetap menjabat sebagai CEO Crypto.com dan ai.com — mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah menghilangkan hambatan teknis yang membatasi akses ke sistem AI canggih. Pengguna dapat membuat sebuah agen dalam waktu sekitar 60 detik hanya dengan memilih nama dan konfigurasi, tanpa perlu pemrograman atau perangkat keras khusus.
Domain ai.com dibeli kembali pada tahun 2025, yang digambarkan sebagai salah satu transaksi domain terbesar yang pernah tercatat, dan peluncuran komersial platform ini akan disiarkan dalam acara Super Bowl LX di NBC. Langkah ini menunjukkan strategi untuk meningkatkan jangkauan massa daripada peluncuran yang lambat dan khusus untuk pengembang.
Platform ini akan diluncurkan dengan paket gratis, sekaligus direncanakan menyediakan paket berbayar untuk membuka fitur tambahan dan batas penggunaan yang lebih tinggi. Di masa depan, ai.com sedang mempertimbangkan integrasi keuangan, membangun marketplace untuk agen, dan fitur media sosial yang berfokus pada kolaborasi antara manusia dan AI, membawa Marszalek ke pusat perlombaan komersialisasi agen AI — bidang yang sedang dipandang sebagai langkah berikutnya setelah model percakapan.