Dewan Perwakilan Rakyat AS resmi melakukan penyelidikan terhadap perusahaan kripto World Liberty Financial (WLFI). Perusahaan ini menjadi perhatian tinggi Kongres AS terkait hubungannya yang dekat dengan Trump dan dugaan keterkaitan dengan modal berdaulat asing, yang memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap keamanan nasional, sumber dana, dan kebijakan teknologi.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, sebuah entitas yang terkait dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, secara rahasia setuju untuk membeli sekitar 49% saham WLFI dengan nilai sekitar 5 miliar dolar AS menjelang pelantikan Trump pada awal 2025. Berita ini dengan cepat memicu kontroversi di Washington.
Anggota senior Komite Khusus Partai Komunis China di Dewan Perwakilan Rakyat, Ro Khanna dari Pennsylvania, telah mengirim surat resmi kepada WLFI, meminta agar perusahaan menyediakan struktur kepemilikan lengkap, jalur pembayaran, dan catatan komunikasi internal. Fokus penyelidikan meliputi: potensi konflik kepentingan, apakah melanggar pembatasan ekspor chip AI oleh AS yang berpotensi mengancam keamanan nasional, serta peran USD1, stablecoin yang dipatok dolar AS yang diterbitkan WLFI dalam investasi lintas batas sebesar 2 miliar dolar AS.
Surat tersebut juga meminta konfirmasi apakah sekitar 187 juta dolar AS mengalir ke entitas terkait keluarga Trump, dan apakah ada pembayaran tambahan kepada perusahaan terkait salah satu pendiri bersama perusahaan tersebut. Selain itu, Kongres meminta WLFI menyerahkan struktur modal, distribusi laba, penunjukan dewan direksi, dan dokumen due diligence terkait Aryam Investment 1.
Fokus utama lainnya adalah stablecoin USD1. Token ini digunakan untuk menyelesaikan transaksi investasi sebesar 2 miliar dolar AS yang melibatkan platform kripto besar. Para anggota parlemen sedang menyelidiki mengapa USD1 dipilih, distribusi keuntungan dari transaksi terkait, dan apakah staf perusahaan terlibat dalam diskusi terkait pengampunan pendiri platform tersebut.
Komite juga menginstruksikan WLFI untuk menyimpan semua komunikasi elektronik dan dokumen internal terkait konflik kepentingan, pengendalian ekspor, serta entitas yang terkait dengan Uni Emirat Arab atau China. Sesuai permintaan, WLFI harus menyerahkan seluruh dokumen paling lambat 1 Maret.
Seiring dengan semakin dalamnya penyelidikan, peristiwa ini berpotensi memberikan dampak mendalam terhadap arah regulasi kripto di AS, kepatuhan stablecoin, serta hubungan antara politik dan aset digital.