Di Davos 2026, Larry Fink, CEO dari BlackRock, menekankan urgensi tokenisasi aset secara besar-besaran dan berpendapat bahwa hal ini harus diterapkan di atas blockchain yang terintegrasi dan memiliki standar umum. Dia memperingatkan bahwa infrastruktur yang terfragmentasi akan memperlambat proses adopsi, meningkatkan risiko, dan mengurangi transparansi, sementara sebuah buku besar yang terintegrasi dapat memberikan kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan pengawasan yang lebih baik.
Ketika tokenisasi memasuki tahap penerapan nyata di tingkat organisasi, blockchain sedang diuji coba dari segi kecepatan, skalabilitas, keamanan, dan kepatuhan hukum. Dalam konteks ini, XRP Ledger (XRPL) muncul sebagai kandidat yang menjanjikan. Dengan transaksi yang cepat, biaya rendah, mekanisme konsensus yang hemat energi, dan kemampuan interoperabilitas yang tinggi, XRPL cocok dengan kebutuhan lembaga keuangan global.
Jika tokenisasi didorong di atas jaringan yang terintegrasi, XRPL dapat menjadi fondasi utama dari sistem keuangan generasi baru.