26 Januari 2024, CEO CEX utama Amerika Serikat, Brian Armstrong, baru-baru ini menyatakan bahwa metode pencatatan perusahaan di masa depan akan mengalami perubahan struktural, dan IPO tradisional mungkin secara bertahap digantikan oleh “IPO di atas rantai” (chain on-boarding). Yang dimaksud dengan IPO di atas rantai adalah perusahaan menerbitkan saham tokenisasi melalui blockchain, sehingga penerbitan saham, perdagangan, dan penyelesaian semuanya dilakukan di atas rantai, menghindari sistem keuangan tradisional yang saat ini kurang efisien.
Brian Armstrong menunjukkan bahwa proses IPO saat ini tidak hanya lambat, tetapi juga sangat mahal. Sebuah perusahaan biasanya membutuhkan biaya sekitar 300 juta dolar AS untuk menyelesaikan proses pencatatan, yang mencakup biaya bank investasi, audit hukum, dan prosedur kepatuhan yang kompleks. Lebih penting lagi, proses persiapan sebelum pencatatan seringkali memakan waktu bertahun-tahun, yang bagi perusahaan teknologi yang berkembang pesat berarti biaya peluang yang besar dan ritme inovasi yang terpaksa melambat.
Lingkungan ini juga secara langsung mengubah jalur perkembangan perusahaan. Perusahaan dari tahun 1980-an biasanya masuk ke pasar publik setelah sekitar lima tahun berdiri, tetapi sekarang seringkali harus mempertahankan status swasta selama hampir 20 tahun. Penyebab utamanya adalah aturan pengawasan seperti “Sarbans-Oxley Act” yang meningkatkan ambang pengungkapan dan kepatuhan, menjadikan pencatatan sebagai proyek berisiko tinggi dan beban berat. Akibatnya, hanya investor ventura besar dan beberapa lembaga yang dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan awal, sementara investor umum dikeluarkan dari proses.
IPO di atas rantai dianggap sebagai alat penting untuk memecahkan pola ini. Dengan men-tokenisasi saham dan menempatkannya di blockchain, perusahaan dapat langsung menerbitkan aset kepada investor global, dan perdagangan serta penyelesaian dapat diselesaikan dalam hitungan menit, tanpa bergantung pada banyak perantara. Smart contract juga dapat secara otomatis menjalankan operasi kepatuhan, dividen, dan pencatatan saham, mengurangi kesalahan manusia dan biaya operasional, sekaligus meningkatkan transparansi dan keamanan.
Tentu saja, IPO di atas rantai tidak tanpa tantangan. Sistem hukum yang berlaku saat ini belum dirancang untuk sekuritas asli blockchain, dan bagaimana regulasi akan menyesuaikan masih menjadi ketidakpastian. Perlindungan privasi dan hak investor juga membutuhkan kerangka teknologi dan sistem baru. Namun, dari pernyataan Brian Armstrong, terlihat bahwa semakin banyak pemimpin industri percaya bahwa penerbitan saham berbasis blockchain dan sekuritisasi aset digital akan menjadi arah penting pasar modal global di masa mendatang.