Gate News Bot Pesan, 21 Januari, menurut data CoinMarketCap, saat berita ini ditulis, BTC (Bitcoin) saat ini diperdagangkan di 88859.23@E5@ dolar AS, turun 4.00% dalam 24 jam terakhir, mencapai tertinggi 97860.60@E5@ dolar AS, dan terendah kembali ke 87814.93@E5@ dolar AS, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar 556.98@E5@ miliar dolar AS. Kapitalisasi pasar saat ini sekitar 1.78@E5@ triliun dolar AS, turun sebesar 73.92@E5@ miliar dolar AS dari hari sebelumnya.
1️⃣ Likuiditas global yang mengerut dan risiko penularan ketidakstabilan pasar obligasi Jepang Imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang melonjak lebih dari 30 basis poin menjadi 3.91%, mencapai level tertinggi dalam 27 tahun, sehingga dukungan likuiditas jangka panjang global mulai menghilang. Sebagai sumber utama dana lindung nilai tradisional, kenaikan imbal hasil obligasi Jepang menandakan bahwa likuiditas global sedang mengerut dengan cepat, sejalan dengan imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang naik ke level tertinggi empat bulan di 4.27%. Lingkungan keuangan yang mengerut ini secara langsung menekan permintaan investor terhadap aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, dan minat risiko pasar secara signifikan menurun.
2️⃣ Ketidakpastian geopolitik dan ancaman tarif Trump memicu aksi jual safe haven Ancaman tarif Trump terhadap negara-negara Eropa meningkatkan ketegangan geopolitik, menyebabkan penurunan bersamaan Bitcoin dan futures NASDAQ. Kekhawatiran pasar bahwa kebijakan tarif mungkin menghadapi putusan pengadilan tertinggi, serta kemungkinan Eropa melakukan aksi jual balasan terhadap aset AS senilai 12.6@E5@ triliun dolar AS, semakin memperburuk ekspektasi ketegangan likuiditas global dan mempercepat penyesuaian aset berisiko.
3️⃣ Ketidakseimbangan struktur pasar derivatif memperbesar volatilitas harga Market maker opsi Bitcoin berada dalam posisi negative Gamma di kisaran 86,000–95,000@E5@ dolar AS. Dalam kondisi negative Gamma, market maker cenderung melakukan pembelian pasif saat harga naik dan penjualan saat harga turun untuk melakukan lindung nilai risiko, yang memperbesar fluktuasi harga. Selain itu, dalam 24 jam terakhir, seluruh jaringan mengalami likuidasi sebesar 7.09@E5@ miliar dolar AS, termasuk likuidasi posisi long Bitcoin sebesar 2.34@E5@ miliar dolar AS, mencerminkan pelepasan besar-besaran posisi leverage yang memperkuat tekanan penurunan.
4️⃣ ETF spot terus mengalami arus keluar bersih yang melemahkan dukungan institusional Hari ini, ETF Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih sebanyak 2886@E5@ BTC, menunjukkan kepercayaan institusi mulai goyah. Sebaliknya, strategi menambah 22.305 BTC minggu lalu, menunjukkan beberapa institusi melakukan akumulasi kontra tren, tetapi tidak mampu mengimbangi tekanan arus keluar ETF secara keseluruhan, sehingga momentum alokasi institusional secara umum melemah.
5️⃣ Ekspektasi regulasi dan partisipasi institusional memberikan dukungan jangka panjang Kongres AS akan segera mengesahkan RUU Transparansi Pasar Aset Digital, yang akan menetapkan kerangka regulasi khusus untuk pasar kripto, mendukung pengembangan yang teratur dalam jangka panjang. Selain itu, perusahaan asuransi jiwa Delaware dan BlackRock bekerja sama meluncurkan produk anuitas indeks tetap yang terpapar Bitcoin, serta Departemen Keuangan AS mengumumkan penangkapan Bitcoin yang akan dimasukkan ke dalam cadangan aset digital pemerintah, semuanya menunjukkan peningkatan pengakuan terhadap Bitcoin di tingkat institusi dan pemerintah, serta memberikan dukungan fundamental struktural bagi pasar.
Pesan ini tidak sebagai saran investasi, harap berhati-hati terhadap risiko volatilitas pasar.
Artikel Terkait
Ray Dalio: Bitcoin tidak cocok sebagai penyimpan nilai jangka panjang atau aset lindung nilai
Ray Dalio memperingatkan empat kelemahan utama Bitcoin: BTC sulit menjadi aset lindung nilai, hanya ada satu emas di dunia
American Bitcoin Mengakuisisi 11.298 Penambang ASIC, Memperluas Hashrate yang Dimiliki menjadi 28,1 EH/s
Konsultan kripto mantan Trump: Pemerintah AS tidak bisa hanya berhenti di tingkat "menyukai Bitcoin"
Bitcoin Bergoyang Meski $1B Arus Masuk ETF Di Tengah Kenaikan Harga Minyak