Untuk investor yang bergulat dengan kebisingan di pasar cryptocurrency, ‘TokenPost Academy’ yang menggabungkan pengalaman langsung selama 8 tahun akan menyediakan standar investasi yang sebenarnya. Kami mengundang Anda untuk memulai perjalanan kelas master tujuh tahap dengan ‘mengganti’ ‘perasaan’ dengan ‘data’, dan ‘keberuntungan’ dengan ‘kemampuan’, serta menantang 1% teratas. [Catatan Editor]
“Kenapa orang yang mengaku bisa membaca grafik tapi tidak bisa menghasilkan uang?”
Banyak investor pribadi memuat berbagai indikator bantu di grafik untuk melakukan trading. Tapi hasilnya selalu sama. Melihat candle bullish besar lalu ikut membeli, akhirnya terjebak di puncak; dalam ketakutan, memotong kerugian di dasar. Mengapa bisa begitu? Karena grafik yang Anda lihat memicu ‘ilusi’.
◆ Grafik Anda adalah distorsi: Grafik linier vs Grafik logaritmik
Pengaturan default sebagian besar HTS atau bursa adalah ‘grafik linier’. Ini didasarkan pada perubahan harga absolut (jumlah uang). Grafik ini menampilkan kenaikan dari 100 yuan ke 200 yuan dan dari 1 miliar yuan ke 1 miliar lebih 100 yuan dengan ketinggian yang sama.
Namun untuk aset seperti cryptocurrency yang bisa tumbuh ribuan kali lipat, ini sangat fatal. Dengan grafik linier, tren harga masa lalu hampir tidak terlihat karena dekat dengan dasar, sementara harga terkini tampak seperti puncak gunung yang besar. Ini menanamkan ketakutan ‘sudah naik terlalu banyak’.
Untuk melihat kebenaran, Anda harus membuka ‘grafik logaritmik’. Grafik logaritmik didasarkan pada ‘hasil (%).’ Ini menampilkan kenaikan dari 10 yuan ke 100 yuan (10 kali lipat) dan dari 10 juta yuan ke 100 juta yuan (10 kali lipat) dengan ketinggian yang sama. Begitu membuka grafik log, sejarah 10 tahun Bitcoin akan muncul sebagai garis naik yang stabil dan indah, bukan kenaikan liar tanpa pola.
◆ Cara membaca ujung tren: ‘Top Bahu’ dan ‘Double Bottom’
Mengetahui kapan pasar bullish berakhir dan kapan pasar bearish berhenti adalah bidang ilahi. Tapi pasar akan mengirim sinyal melalui ‘bentuk’.
Top Bahu: muncul saat tren naik kehabisan tenaga. Setelah harga mencapai puncak (puncak tertinggi), turun kembali, lalu mencoba rebound lagi, tapi bah kanan gagal melewati puncak dan berbalik turun. Jika garis leher ditembus, tren berbalik menjadi turun. ‘Beli di lutut, jual di bahu’ adalah pepatah yang merujuk pada menjual setelah bah kanan terbentuk dan dikonfirmasi.
Double Bottom: muncul saat tren turun berhenti. Ketika harga menguat dua kali membentuk dasar berbentuk ‘W’ dan menembus level tertinggi sebelumnya, ini adalah waktu beli yang sangat kuat.
◆ Jangan prediksi, konfirmasi saja
Inti analisis grafik bukanlah prediksi, melainkan ‘konfirmasi’. ‘Ini terlihat seperti double bottom?’ Membeli sebelumnya adalah perjudian. Menunggu bentuk selesai, volume meningkat, dan konfirmasi tembus garis leher sebelum masuk pasar, juga tidak terlambat.
Lihat hutan dengan grafik logaritmik (tren jangka panjang), dan lihat pohon dengan pola candlestick (waktu masuk). Ini adalah dasar bagi trader yang ingin berhenti mengikuti arus buta dan berjalan bersama dana pintar.
👉 [Trading Praktis] Bahkan hanya dengan menggambar satu garis di grafik, hasilnya akan berbeda. Dari metode menggambar TradingView hingga penggunaan indikator bantu, dan cara menangkap waktu beli/jual secara praktis, semuanya diajarkan di TokenPost Academy ‘Tahap 4: The Trader’.
(Segera daftar:
Artikel Terkait
BTC 15 menit naik 1.07%: Transfer paus dan periode likuiditas lemah beresonansi mendorong kenaikan cepat
ProCap Membeli 450 Bitcoin karena Diskon NAV Mendorong Strategi
Data: Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di seluruh jaringan mencapai 399 juta dolar AS, sebagian besar dari posisi long