Telegram mencatat pendapatan sebesar 870 juta USD dalam paruh pertama tahun 2025, meningkat 65% dibandingkan periode yang sama, terutama berkat ekosistem Toncoin, meskipun 500 juta USD obligasi masih dibekukan di Rusia. Sekitar 300 juta USD pendapatan berasal dari aktivitas terkait Toncoin seperti perjanjian eksklusif, pembelian dalam aplikasi, dan paket langganan premium.
Pendapatan iklan mencapai 125 juta USD, sementara bagian langganan menghasilkan 223 juta USD. Namun, Telegram tetap mengalami kerugian bersih sebesar 222 juta USD, karena nilai Toncoin turun 69%, meskipun perusahaan mempertahankan laba operasional hampir 400 juta USD.
Dalam periode ini, Telegram menjual lebih dari 450 juta USD TON, menyebabkan nilai aset digital menurun menjadi 787 juta USD. TON saat ini diperdagangkan sekitar 1,93 USD, jauh lebih rendah dari puncak sejarah. Perusahaan juga sedang mempertimbangkan IPO, tetapi tertunda karena masalah hukum dan obligasi yang dibekukan.