Pasar prediksi mencapai titik akhir yang sempurna pada tahun 2025. Didorong oleh lonjakan minat institusi dan ritel terhadap prediksi berbasis peristiwa, platform seperti Kalshi dan Opinion Labs mencapai volume perdagangan spot sebesar 188 miliar dolar AS pada bulan Desember, yang memecahkan rekor. Data dari platform analitik Artemis menunjukkan bahwa volume perdagangan meningkat secara stabil sepanjang tahun, dari kurang dari 1 miliar dolar AS di bulan Januari hingga mencapai puncaknya di bulan Desember, mencerminkan bahwa pasar prediksi semakin dianggap sebagai alat untuk lindung nilai risiko, mengukur pemilihan, ekonomi, dan suasana budaya populer. Kalshi dan Opinion Labs masing-masing menyumbang 67 miliar dolar AS, sekitar 36% dari total; diikuti oleh Polymarket (53 miliar dolar AS), Limitless (6,72 miliar dolar AS), dan Myriad (13,8 juta dolar AS). Tonggak ini menyoroti evolusi pasar prediksi dari tempat bermain niche menjadi alat keuangan arus utama. Menurut prediksi dari perusahaan riset seperti Eilers & Krejcik, volume perdagangan tahunan dapat mencapai 40 miliar dolar AS pada tahun 2026 dan menuju ke skala 1 triliun dolar AS dalam sepuluh tahun. Sebagai platform terpusat yang diatur di Amerika Serikat, Kalshi melampaui Polymarket dalam volume perdagangan mingguan menjelang akhir tahun. Dalam minggu hingga 21 Desember, volume perdagangan Kalshi mencapai 2,3 miliar dolar AS, hampir dua kali lipat dari Polymarket; integrasi dengan bursa seperti Coinbase dan Robinhood secara signifikan meningkatkan popularitasnya. Para analis mengaitkan kemakmuran ini dengan kejelasan regulasi di Amerika Serikat dan kemajuan teknologi yang mendukung penetapan harga suasana secara real-time. Seorang pengamat pasar menulis di X: “Ini bukan gangguan, melainkan ‘adopsi’.” Dia menunjukkan bahwa pasar prediksi sedang bertransformasi menjadi “mesin suasana waktu nyata,” yang cukup kuat untuk bersaing dengan industri taruhan olahraga global senilai 3 triliun dolar AS.