Kripto pasar mengalami titik balik sejarah lainnya. Bitcoin (BTC), dengan kenaikan kuat yang dialaminya minggu ini, berhasil mengangkat kapitalisasi pasarnya untuk pertama kalinya di atas 2,2 triliun dolar, menjadikannya sebagai aset paling berharga kelima di dunia.
Bitcoin dengan demikian meninggalkan raksasa seperti Amazon (AMZN) dan Google (GOOG); hanya tertinggal di belakang raksasa teknologi seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT) dan Nvidia (NVDA) serta emas yang diperkirakan bernilai sekitar 22 triliun dolar.
Gerakan harga BTC yang kuat di sekitar 110.000 dolar didukung oleh pembelian intensif dari semua kelompok investor, mulai dari paus hingga investor individu. Suasana positif di pasar ini diinterpretasikan sebagai tanda bahwa Bitcoin semakin diterima di dunia keuangan tradisional.
Menjelang akhir masa opsi bulan Mei, sebagian besar investor telah mengambil posisi pada opsi call di level 110.000 dolar. Sementara itu, pada opsi berjangka Juni, terdapat konsentrasi posisi call di level 200.000 dan 300.000 dolar. Ini menunjukkan harapan pasar bahwa potensi kenaikan akan terus berlanjut.
Di bidang ekonomi makro, Bitcoin secara jelas terpisah dari aset tradisional. Dalam lima hari terakhir, BTC naik 5%, sementara S&P 500 kehilangan lebih dari 1% nilai. Korelasi negatif ini menunjukkan bahwa Bitcoin menonjol sebagai alat perlindungan “hedge makro” terhadap fluktuasi ekonomi.