Pasar stablecoin tengah memasuki fase persaingan baru. Selama bertahun-tahun, USDT dan USDC mendominasi lanskap ini, membangun jaringan likuiditas dolar paling penting di pasar kripto global. Namun, seiring berkembangnya keuangan on-chain, semakin banyak proyek yang mengeksplorasi model dolar digital baru. Di antara proyek-proyek tersebut, Ethena muncul sebagai salah satu penantang yang paling banyak mendapat perhatian.
Sejak awal tahun 2026, Ethena kembali menjadi sorotan pasar. Berdasarkan pengungkapan proyek, pasokan USDe telah tumbuh lebih dari 15% dalam 30 hari terakhir, sementara pasokan USDtb telah melampaui $1 miliar, menandai kenaikan bulanan lebih dari 70%. Pada saat yang sama, Coinbase Ventures dan manajer aset global Janus Henderson sama-sama mengumumkan kemitraan dengan Ethena.
Perkembangan ini kembali memunculkan pertanyaan utama di pasar: Apakah Ethena benar-benar memiliki peluang untuk menantang posisi pasar USDT dan USDC di masa depan?
Mengapa Pasokan USDe Memasuki Siklus Pertumbuhan Baru
Bagi setiap proyek stablecoin, perubahan pasokan merupakan indikator paling langsung dari aktivitas pasar.
Data terbaru dari Ethena menunjukkan bahwa pasokan USDe telah meningkat lebih dari 15% selama 30 hari terakhir. Sementara itu, aset yang dikelola protokol ini kembali mendekati $5 miliar, menandakan meningkatnya permintaan terhadap USDe.
Berbeda dengan stablecoin tradisional, USDe menggunakan model "synthetic dollar". Protokol ini menerapkan strategi Delta Neutral dengan melakukan lindung nilai aset spot menggunakan kontrak perpetual, sehingga menjaga patokan terhadap dolar sekaligus memberikan imbal hasil bagi pemegangnya. Mekanisme ini membuat USDe memiliki karakteristik stablecoin sekaligus instrumen penghasil imbal hasil. Bagi pengguna yang mencari return berbasis dolar, USDe menawarkan proposisi nilai yang berbeda dibandingkan USDT dan USDC.
Seiring pulihnya selera risiko pasar dan meningkatnya permintaan imbal hasil on-chain, tidak mengherankan jika USDe memasuki fase pertumbuhan baru.
USDtb Muncul sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Ethena
Meskipun sebagian besar perhatian pasar tertuju pada USDe, sebenarnya USDtb yang mengalami pertumbuhan tercepat belakangan ini. Data dari Ethena menunjukkan bahwa pasokan USDtb kembali melampaui $1 miliar, dengan kenaikan 30 hari lebih dari 70%. Laju pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pasar stablecoin.
Perbedaan utama antara USDtb dan USDe terletak pada struktur aset dasarnya. Berbeda dengan USDe yang mengandalkan lindung nilai derivatif, USDtb didukung terutama oleh Surat Utang Negara AS dan real-world assets (RWA), sehingga lebih menarik bagi investor institusi.
Bagi institusi keuangan tradisional, dolar digital yang didukung RWA lebih sesuai dengan kerangka manajemen risiko yang ada. Seiring semakin banyak institusi memasuki ranah aset digital, potensi pasar USDtb pun terus berkembang.
Dalam banyak hal, USDtb membantu Ethena membuka pintu menuju keuangan tradisional.
Mengapa Coinbase dan Janus Henderson Bermitra dengan Ethena
Dalam sebulan terakhir, perkembangan paling signifikan dari Ethena datang dari kolaborasi institusional.
Pada awal Juni, Coinbase Ventures mengumumkan investasi di Ethena dan berencana mengintegrasikan produk Ethena ke dalam ekosistem Coinbase. Data publik menunjukkan Coinbase memiliki lebih dari 100 juta pengguna, sehingga menyediakan saluran utama bagi pertumbuhan pengguna Ethena.
Tak lama setelah itu, Janus Henderson—yang mengelola aset sekitar $480 miliar—mengumumkan investasi strategis di ENA. Perusahaan ini berencana menggunakan USDe untuk pengelolaan kas korporat dan mengeksplorasi penawaran layanan terkait USDe kepada klien melalui produk bursa.
Bagi pasar, sinyal dari kemitraan ini lebih penting daripada besaran investasinya. Kian banyak institusi keuangan tradisional yang melihat Ethena sebagai infrastruktur dolar digital mendasar, bukan sekadar proyek DeFi lain. Inilah salah satu pembeda utama Ethena dibandingkan banyak inisiatif stablecoin lainnya.
Mengapa Ethena Bergerak dari Stablecoin Menuju Keuangan Institusi
Arah strategis Ethena kini mengalami pergeseran. Awalnya, pasar melihat Ethena sebagai protokol stablecoin dengan imbal hasil tinggi. Namun, langkah-langkah terbaru menunjukkan proyek ini memperluas cakupan ke ranah keuangan institusi yang lebih luas.
Selain bermitra dengan Coinbase, Ethena juga bekerja sama dengan institusi seperti Anchorage untuk mengeksplorasi pinjaman institusi dan manajemen agunan. Proyek ini juga terlibat dalam inisiatif tokenisasi CLO dan aset RWA lainnya.
Kerja sama dengan Janus Henderson mencakup integrasi aset CLO berperingkat AAA yang ditokenisasi ke dalam ekosistem Ethena. Artinya, Ethena tidak hanya dapat menerbitkan dolar digital di masa depan, tetapi juga menjadi saluran utama bagi aset dunia nyata untuk masuk ke blockchain.
Jika strategi ini berhasil, pesaing Ethena tidak hanya terbatas pada penerbit stablecoin, melainkan juga mencakup berbagai platform infrastruktur keuangan digital.
Seberapa Dekat USDe untuk Menantang USDT dan USDC?
Meski mengalami pertumbuhan pesat, USDe masih memiliki jarak yang cukup besar sebelum benar-benar bisa menantang USDT dan USDC.
Saat ini, kapitalisasi pasar USDT melebihi $100 miliar, dan USDC juga beredar dalam jumlah puluhan miliar dolar. Sebagai perbandingan, aset yang dikelola Ethena sekitar $5 miliar, masih dalam tahap mengejar ketertinggalan.
Selain itu, USDT dan USDC telah membangun jaringan pembayaran, likuiditas di bursa, dan use case tingkat perusahaan yang matang. Efek jaringan ini tidak bisa direplikasi dalam waktu singkat.
Namun, Ethena tidak harus menempuh jalur yang sama dengan USDT. Kekuatan inti Ethena terletak pada kemampuan menghasilkan imbal hasil, sifat native on-chain, serta integrasi dengan pasar RWA.
Karena itu, kemungkinan besar di masa depan USDe akan menempati posisi unik di pasar yield-dollar institusi, bukan menggantikan USDT secara langsung.
Variabel Kunci yang Akan Diamati Pasar ke Depan
Bagi Ethena, metrik paling krusial tetap pertumbuhan pasokan stablecoin.
Apakah USDe dan USDtb dapat terus berkembang akan berdampak langsung pada pendapatan protokol dan nilai ekosistem. Masuknya modal institusi juga menjadi indikator utama tren jangka panjang.
Selain itu, perkembangan regulasi juga patut dicermati. Seiring kerangka regulasi stablecoin di AS dan Eropa semakin matang, kemampuan kepatuhan bisa menjadi faktor persaingan utama.
Pasar juga menantikan apakah inisiatif RWA Ethena dapat terealisasi. Jika semakin banyak aset dunia nyata masuk ke blockchain melalui Ethena, potensi pertumbuhan protokol ini bisa jauh melampaui proyek stablecoin tradisional.
Pada akhirnya, persaingan Ethena akan meluas dari sekadar stablecoin menuju ruang infrastruktur keuangan digital yang lebih luas.
Kesimpulan
Dalam sebulan terakhir, Ethena diuntungkan oleh pertumbuhan pasokan dan kemitraan institusional baru.
Pasokan USDe naik lebih dari 15%, USDtb telah melampaui $1 miliar, dan institusi seperti Coinbase Ventures serta Janus Henderson telah bergabung dalam ekosistem ini. Perubahan ini menandakan bahwa Ethena semakin mendapat pengakuan pasar.
Meskipun USDe masih tertinggal jauh dari USDT dan USDC, perkembangan Ethena kini tidak lagi terbatas pada stablecoin saja. Seiring ekspansi keuangan institusi, RWA, dan pasar dolar digital, Ethena tengah membangun ekosistem keuangan digital yang lebih komprehensif.
Yang benar-benar penting ke depan bukan hanya apakah USDe dapat terus tumbuh, melainkan apakah Ethena dapat menjadi jembatan vital yang menghubungkan keuangan tradisional dengan keuangan on-chain.
FAQ
Apa itu USDe?
USDe adalah stablecoin synthetic dollar yang diterbitkan oleh Ethena, dipertahankan melalui mekanisme lindung nilai yang melibatkan aset spot dan derivatif.
Mengapa USDe kembali tumbuh belakangan ini?
Menurut Ethena, pasokan USDe tumbuh lebih dari 15% dalam 30 hari terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan imbal hasil on-chain dan kemitraan institusional.
Apa perbedaan antara USDtb dan USDe?
USDtb didukung terutama oleh Surat Utang Negara AS dan real-world assets, sedangkan USDe menggunakan mekanisme synthetic dollar. Karena itu, USDtb lebih menarik bagi investor institusi.
Mengapa Janus Henderson berinvestasi di Ethena?
Janus Henderson berencana menggunakan USDe untuk pengelolaan kas korporat dan mengeksplorasi penawaran layanan aset digital terkait kepada klien melalui produk bursa.
Apakah Ethena dapat menantang USDT dan USDC?
Saat ini, skala USDe masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT dan USDC, namun Ethena mencari keunggulan diferensiasi melalui keuangan institusi dan pasar RWA.
Apa yang harus diperhatikan investor terkait masa depan Ethena?
Investor perlu memperhatikan pertumbuhan pasokan USDe dan USDtb, masuknya modal institusi, serta perkembangan inisiatif RWA Ethena.




