Pembayaran Stablecoin Mengubah Arus Modal Global—Apa yang Diperebutkan oleh Visa, Stripe, dan PayPal?

Pasar
Diperbarui: 2026/06/08 05:22

Selama beberapa tahun terakhir, stablecoin telah dianggap sebagai salah satu pilar terpenting di pasar kripto. Baik dalam memfasilitasi aliran dana di bursa, menyelesaikan transaksi on-chain, maupun mendukung ekosistem DeFi, USDT dan USDC telah berperan sebagai "dolar digital". Namun, memasuki tahun 2025 dan 2026, fokus terkait stablecoin mulai mengalami pergeseran yang signifikan. Diskusi kini semakin melampaui sekadar perdagangan kripto dan berpusat pada pertanyaan yang lebih besar: Apakah stablecoin sedang menjadi komponen krusial dalam jaringan pembayaran global generasi berikutnya?

Perubahan ini tidak didorong dari dalam industri kripto sendiri, melainkan oleh aksi kolektif para raksasa keuangan dan pembayaran tradisional. Selama setahun terakhir, Visa secara bertahap memperluas kapabilitas penyelesaian transaksi stablecoin; Stripe mengambil langkah besar dengan mengakuisisi Bridge sebagai infrastruktur stablecoin; dan PayPal terus memperluas penggunaan PYUSD di berbagai skenario pembayaran global. Pada saat yang sama, Mastercard, MoneyGram, serta semakin banyak institusi perbankan turut memasuki arena pembayaran stablecoin.

Bagi pasar, hal ini menandakan bahwa pembayaran stablecoin telah berevolusi dari "aplikasi baru di dunia kripto" menjadi "medan persaingan baru dalam pembayaran global". Ketika para raksasa pembayaran tradisional mulai membangun ekosistem di sekitar stablecoin, mereka tidak hanya memperebutkan bisnis pembayaran itu sendiri, tetapi juga akses utama dalam jaringan aliran modal global masa depan.

Pembayaran stablecoin membentuk ulang arus modal global—apa yang diperebutkan Visa, Stripe, dan PayPal?

Mengapa Pembayaran Stablecoin Menjadi Lintasan Terpanas di Industri Pembayaran Global

Jika menilik tren industri kripto belakangan ini, sebagian besar narasi berputar pada harga aset dan peluang investasi. Dari NFT hingga AI, Layer2 hingga RWA, setiap siklus selalu menarik perhatian pasar. Namun, hanya sedikit skenario aplikasi yang secara konsisten menciptakan permintaan nyata—dan pembayaran adalah salah satunya.

Pembayaran menjadi menonjol karena tidak bergantung pada sentimen pasar. Baik saat pasar bullish maupun bearish, kebutuhan untuk penyelesaian korporasi, perdagangan internasional, remitansi lintas negara, dan transfer pribadi selalu ada. Maka ketika stablecoin memasuki ranah pembayaran, mereka berhadapan dengan industri global yang jauh lebih besar daripada pasar perdagangan kripto.

Menurut riset industri stablecoin yang dirilis Stripe pada 2026, volume transfer stablecoin on-chain mencapai sekitar USD 27,6 triliun pada 2024—angka ini bahkan telah melampaui total volume transaksi pembayaran tahunan Visa dan Mastercard jika digabungkan. Meski angka tersebut masih mencakup aktivitas perdagangan dan pergerakan dana on-chain, hal ini menunjukkan bahwa stablecoin telah membentuk jaringan transfer nilai yang sangat masif.

Yang lebih menarik lagi adalah perkembangan skenario pembayaran di dunia nyata. Laporan riset bersama BCG dan Allium mengungkapkan bahwa pada 2025, volume pembayaran stablecoin di ekonomi riil mencapai antara USD 350 miliar hingga USD 550 miliar, meningkat sekitar 60% secara tahunan, dengan penyelesaian antar bisnis (B2B) menjadi salah satu area dengan pertumbuhan tercepat. Ini menandakan stablecoin tengah bertransformasi dari alat internal kripto menjadi instrumen aktivitas komersial nyata.

Bagi industri pembayaran, daya tarik terbesar stablecoin bukanlah inovasi teknologinya, melainkan efisiensi yang ditawarkan. Pembayaran lintas negara secara tradisional membutuhkan banyak perantara, waktu kedatangan dana bisa memakan hari, dan biaya cukup tinggi. Jaringan stablecoin memungkinkan penyelesaian hampir real-time dan memangkas biaya perantara secara signifikan. Ketika keunggulan efisiensi ini mulai terasa di skenario bisnis nyata, institusi pembayaran tradisional tidak bisa lagi mengabaikannya.

Mengapa Pembayaran Stablecoin Menjadi Lintasan Terpanas di Industri Pembayaran Global

Visa Meng-upgrade Jaringannya Menjadi Jaringan Penyelesaian Stablecoin

Di antara para raksasa pembayaran tradisional, langkah Visa mungkin yang paling representatif.

Selama beberapa dekade, Visa telah membangun salah satu jaringan pembayaran kartu global terbesar, yang pada dasarnya menghubungkan bank, merchant, dan konsumen. Namun, seiring kemajuan teknologi blockchain, Visa menyadari bahwa persaingan jaringan pembayaran di masa depan bukan hanya antar kartu, tetapi juga antar jaringan mata uang digital.

Sejak 2023, Visa mulai mengeksplorasi sistem penyelesaian USDC. Memasuki 2025, strategi ini dipercepat secara signifikan. Pada Desember 2025, Visa mengumumkan perluasan layanan penyelesaian stablecoin, mendorong lebih banyak institusi keuangan bergabung dalam jaringan penyelesaian USDC. Berdasarkan data yang dipublikasikan, volume penyelesaian stablecoin Visa telah mencapai tingkat tahunan sekitar USD 3,5 miliar.

Pada Januari 2026, Cuy Sheffield, Head of Crypto Visa, menyatakan dalam wawancara media bahwa volume penyelesaian stablecoin Visa telah tumbuh ke tingkat tahunan USD 4,5 miliar dan terus berkembang.

Sekilas, hal ini mungkin tampak sekadar menambah satu metode penyelesaian baru. Namun, pada level yang lebih dalam, Visa sedang berupaya mentransformasi identitasnya. Sebelumnya, Visa berperan utama sebagai penyampai informasi pembayaran, kini Visa ingin menjadi lapisan penghubung antara sistem perbankan dan jaringan stablecoin. Ketika semakin banyak bank mulai bereksperimen dengan penyelesaian dolar digital, Visa ingin mempertahankan posisi sentralnya dalam jaringan pembayaran—alih-alih digantikan infrastruktur blockchain baru.

Jadi, Visa tidak sedang memperebutkan stablecoin itu sendiri, melainkan akses utama ke penyelesaian di era pembayaran digital.

Mengapa Stripe Bertaruh pada Infrastruktur Stablecoin

Berbeda dengan transformasi bertahap Visa, strategi Stripe jauh lebih agresif. Banyak yang mungkin lupa bahwa Stripe adalah salah satu platform pembayaran utama pertama yang mendukung pembayaran Bitcoin. Karena volatilitas tinggi dan pengalaman pembayaran yang terbatas di masa awal, Stripe kemudian menangguhkan layanan tersebut. Namun, seiring kematangan pasar stablecoin, raksasa fintech global ini kembali ke jalur pembayaran kripto.

Peristiwa yang benar-benar mengubah ekspektasi industri terjadi pada Oktober 2024. Stripe mengumumkan akuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin Bridge senilai sekitar USD 1,1 miliar. Ini menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di bidang pembayaran kripto dalam beberapa tahun terakhir dan mengirimkan sinyal jelas: Stripe meyakini stablecoin telah memasuki fase komersialisasi.

Jika fokus Visa adalah jaringan pembayaran, maka fokus Stripe adalah infrastruktur fundamental.

Bisnis inti Bridge bukan menerbitkan stablecoin, melainkan membantu perusahaan mengintegrasikan pembayaran stablecoin, sistem penyelesaian, dan manajemen dana. Dengan mengakuisisi Bridge, Stripe mengamankan akses penting ke pasar infrastruktur keuangan stablecoin.

Pada Februari 2026, Bridge memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) AS untuk mendirikan National Trust Bank. Setelah persetujuan final, Bridge akan dapat menawarkan layanan kustodian stablecoin, manajemen cadangan, dan layanan keuangan terkait lainnya.

Maknanya, Stripe tidak lagi sekadar ingin menjadi penyedia antarmuka pembayaran—melainkan bertransformasi menjadi operator infrastruktur keuangan stablecoin. Bagi Stripe, peluang terbesar ke depan bukan pada pemrosesan order pembayaran, melainkan pada penguasaan layanan keuangan yang menjadi fondasi jaringan stablecoin.

PayPal Ingin Stablecoin Menjadi Bagian dari Skenario Konsumen Global

Jika Visa mewakili jaringan pembayaran tradisional dan Stripe adalah platform fintech, maka PayPal adalah wajah pembayaran konsumen.

Ketika PayPal meluncurkan PYUSD pada 2023, banyak yang menilainya sekadar sebagai strategi branding. Namun, dua tahun terakhir membuktikan komitmen PayPal terhadap stablecoin jauh lebih dalam dari yang diperkirakan pasar.

Pada April 2025, PayPal dan Coinbase mengumumkan perluasan kemitraan untuk mendorong penggunaan PYUSD dalam skenario keuangan dan pembayaran on-chain. Kemudian pada Juni 2025, PayPal mengungkapkan rencana memperluas PYUSD ke jaringan Stellar, memanfaatkan keunggulan Stellar dalam pembayaran lintas negara untuk membuka lebih banyak use case.

Peristiwa yang benar-benar simbolis terjadi pada Maret 2026.

PayPal mengumumkan ekspansi layanan PYUSD ke lebih dari 70 pasar di seluruh dunia. Meski dukungan bervariasi di tiap wilayah, langkah ini menandakan bahwa PayPal kini memandang stablecoin sebagai bagian kunci dari strategi pembayaran globalnya.

Dibandingkan Visa dan Stripe, keunggulan terbesar PayPal adalah jaringan pembayaran konsumen yang sudah matang. Jika pengguna secara bertahap menerima pembayaran stablecoin, PayPal dapat memanfaatkan ekosistem yang sudah ada untuk mempercepat adopsi.

Dengan demikian, PayPal tidak hanya memperebutkan pengguna stablecoin, tetapi juga akses jangka panjang ke pengguna pembayaran digital global.

Dari MoneyGram hingga Mastercard, Semakin Banyak Lembaga Masuk ke Pasar Stablecoin

Beberapa tahun lalu, stablecoin masih didominasi perusahaan kripto. Namun, pada 2026, lanskap pasar telah berubah drastis.

Pada Juni 2026, raksasa remitansi global MoneyGram mengumumkan peluncuran stablecoin dolar AS miliknya sendiri, MGUSD. Berita ini menarik perhatian bukan hanya karena menambah satu stablecoin lagi, tetapi juga karena MoneyGram memiliki jaringan remitansi lintas negara yang sangat kuat. Bagi perusahaan seperti ini, stablecoin menawarkan biaya lebih rendah dan efisiensi lebih tinggi dalam aliran modal global.

Sementara itu, Mastercard juga mempercepat langkahnya. Pada Maret 2026, beredar laporan bahwa Mastercard berencana mengakuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin BVNK hingga USD 1,8 miliar. Kemudian pada Juni 2026, Mastercard mengumumkan perluasan kapabilitas penyelesaian stablecoin, mendukung berbagai stablecoin seperti USDC, PYUSD, dan RLUSD dalam proses penyelesaiannya.

Seluruh langkah ini mengirimkan pesan yang sama: pembayaran stablecoin telah berevolusi dari persaingan di industri kripto menjadi persaingan di industri pembayaran global. Jika sebelumnya persaingan pembayaran berpusat pada jaringan kartu, ke depan bisa jadi berputar pada jaringan dolar digital.

Bagaimana Stablecoin Membentuk Ulang Arus Modal Global

Bagi pengguna sehari-hari, keunggulan utama pembayaran stablecoin adalah transfer yang lebih cepat dan biaya lebih rendah. Namun secara makro, dampaknya jauh lebih luas.

Selama puluhan tahun, arus modal global bergantung pada sistem perbankan, jaringan SWIFT, dan berbagai perantara. Munculnya stablecoin menawarkan kemungkinan baru: nilai dapat bergerak melintasi batas negara secepat informasi di internet.

Ini bukan berarti keuangan tradisional akan tergantikan, melainkan munculnya lapisan baru dalam jaringan pembayaran global.

Semakin banyak perusahaan bereksperimen dengan stablecoin untuk penyelesaian internasional. Semakin banyak institusi pembayaran mendukung jaringan dolar digital. Semakin banyak perusahaan fintech membangun produk baru di atas stablecoin. Seluruh perubahan ini bersama-sama mendorong stablecoin dari alat perdagangan menjadi alat pembayaran, dan lebih jauh lagi menjadi infrastruktur keuangan.

Seiring biaya transaksi turun, efisiensi penyelesaian meningkat, dan jaringan pembayaran makin terbuka, cara bisnis global beroperasi bisa berubah secara fundamental.

Bagaimana Stablecoin Membentuk Ulang Arus Modal Global

Mengapa Modal Institusi Kini Fokus pada Pembayaran Stablecoin

Bagi institusi investasi, daya tarik pembayaran stablecoin tidak terletak pada harga aset, melainkan pada model bisnisnya.

Pembayaran adalah pasar yang sangat besar dan berkelanjutan. Dibandingkan aset kripto yang sangat dipengaruhi sentimen pasar, jaringan pembayaran menghasilkan arus kas dan permintaan pengguna yang jauh lebih stabil.

Dalam beberapa tahun terakhir, investor institusi lebih banyak fokus pada platform perdagangan, ETF Bitcoin, dan infrastruktur kripto. Kini, semakin banyak modal yang mempelajari penerbit stablecoin, jaringan pembayaran, dan perusahaan infrastruktur keuangan.

Alasannya sederhana: Jika stablecoin pada akhirnya benar-benar menjadi bagian kunci dari sistem pembayaran global, maka infrastruktur yang dibangun di sekitarnya bisa memiliki nilai jangka panjang lebih besar daripada stablecoin itu sendiri.

Itulah sebabnya Visa, Stripe, PayPal, Mastercard, dan MoneyGram semuanya masuk ke sektor ini. Mereka tidak sedang mengejar tren kripto berikutnya, melainkan posisi inti dalam jaringan pembayaran global untuk dekade mendatang.

Kesimpulan

Pada 2026, pembayaran stablecoin bukan lagi soal "apakah pembayaran kripto bisa menjadi arus utama", melainkan "siapa yang akan menjadi infrastruktur pembayaran global generasi berikutnya". Visa menghubungkan sistem perbankan dengan penyelesaian USDC, Stripe membangun infrastruktur keuangan stablecoin melalui Bridge, PayPal memperluas jaringan pembayaran global PYUSD, sementara Mastercard dan MoneyGram memperkuat kapabilitas stablecoin mereka dengan sangat cepat.

Bagi pasar, nilai stablecoin tengah berevolusi dari alat perdagangan menjadi alat pembayaran, dan lebih jauh lagi menjadi infrastruktur keuangan. Ketika semakin banyak raksasa pembayaran bersaing untuk akses ke jaringan stablecoin, sistem arus modal global sedang mengalami perubahan mendasar. Dalam beberapa tahun ke depan, pembayaran stablecoin kemungkinan akan menjadi salah satu arah terpenting dalam konvergensi antara kripto dan keuangan tradisional.

FAQ

Mengapa pembayaran stablecoin menarik perhatian luas pada 2026?

Pembayaran stablecoin telah memasuki skenario komersial nyata. Berdasarkan riset industri, volume pembayaran stablecoin mencapai ratusan miliar dolar pada 2025 dan terus berkembang ke ranah penyelesaian korporasi serta pembayaran lintas negara.

Apa makna akuisisi Bridge oleh Stripe?

Pada Oktober 2024, Stripe mengakuisisi Bridge senilai sekitar USD 1,1 miliar, menandai transformasinya dari penyedia layanan pembayaran menjadi operator infrastruktur keuangan stablecoin.

Mengapa Visa mendorong penyelesaian USDC?

Visa ingin meningkatkan efisiensi penyelesaian lintas negara sekaligus mempertahankan posisi inti di jaringan pembayaran digital masa depan.

Mengapa PayPal aktif mempromosikan PYUSD?

PayPal ingin mengintegrasikan stablecoin ke dalam jaringan pembayaran global yang sudah ada dan menggunakan PYUSD untuk memperluas pembayaran lintas negara serta skenario keuangan digital.

Di mana peluang pertumbuhan terbesar untuk pembayaran stablecoin?

Penyelesaian korporasi lintas negara, pembayaran perdagangan internasional, remitansi global, dan pembayaran layanan digital dipandang sebagai area dengan potensi pertumbuhan paling menjanjikan di masa depan.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten