Ledakan IPO di 2026: Goldman Tingkatkan Proyeksi Menjadi $225 Miliar, Sementara Crypto Hadapi Risiko Arus Keluar Modal

Pasar
Diperbarui: 12/06/2026 07:11

2026 diperkirakan akan menjadi tahun yang luar biasa bagi pasar modal global. Setelah hampir tiga tahun stagnasi, pasar IPO menunjukkan pemulihan yang kuat pada kuartal pertama dan kedua. Goldman Sachs baru-baru ini merilis laporan yang memproyeksikan total dana yang dihimpun dari IPO di AS pada 2026 dapat mencapai antara $160 miliar hingga $225 miliar. Angka ini akan melampaui masa booming internet pada 2021 dan bahkan berpotensi mencetak rekor tahunan tertinggi sepanjang masa untuk penggalangan dana IPO.

Yang benar-benar menarik perhatian para profesional industri dari pasar modal tradisional ke sektor kripto adalah narasi yang lebih halus yang tertanam dalam laporan Goldman Sachs: Ketika puluhan miliar pasokan saham baru membanjiri pasar, sektor kripto secara bersamaan mengalami penurunan terbesar dan arus keluar bersih ETF yang berkelanjutan sejak puncak 2025. Apakah persaingan diam-diam untuk modal antara dua kelas aset ini sudah dimulai?

Berdasarkan proyeksi terbaru Goldman Sachs, kinerja aktual pasar IPO pada paruh pertama 2026, serta data publik terkait arus dana ETF Bitcoin, artikel ini secara sistematis menelaah karakteristik struktural gelombang IPO saat ini dan memberikan analisis kuantitatif mengenai potensi dampaknya terhadap likuiditas pasar kripto.

Pasar IPO 2026: Dari Pemulihan Menuju Terobosan Bersejarah

Pada paruh pertama 2026, pasar IPO global mencatat rebound terkuat dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data pasar, hingga awal Juni, AS telah menyelesaikan 40 IPO dengan total dana sekitar $28 miliar—kinerja lima bulan terbaik sejak 2021. Di seluruh pasar, sebanyak 203 IPO telah diumumkan sejauh ini pada 2026, dengan 125 IPO rampung pada kuartal pertama dan 78 tercatat per 1 Juni pada kuartal kedua. Angka ini menempati urutan ketiga untuk periode setengah tahun dalam satu dekade terakhir, hanya kalah dari 548 IPO pada 2021 dan 223 pada 2022.

Pada saat yang sama, performa saham baru di hari pertama perdagangan memberikan sinyal positif ke pasar. Sejauh 2026, rata-rata kenaikan hari pertama untuk saham IPO hampir 20%, sejalan dengan rata-rata historis, menandakan minat investor terhadap pasokan saham baru tetap sehat. Yang lebih penting, kualitas penetapan harga IPO pada siklus ini tampak lebih rasional dibanding tahun-tahun sebelumnya. Analisis menunjukkan permintaan saham baru terpusat pada sektor AI, kedirgantaraan, dan aset digital, bukan tersebar luas pada perusahaan tanpa fundamental kuat. Hal ini menandakan alokasi modal menjadi lebih terarah.

Meski jumlah IPO masih di bawah puncak sebelum pandemi, skala penggalangan dana telah mengalami lompatan kualitatif. Dana sebesar $28 miliar yang dihimpun dalam lima bulan pertama bahkan melampaui ekspektasi pasar paling optimistis, memberikan landasan kuat bagi Goldman Sachs untuk menaikkan proyeksi tahunannya. Data ini menjadi dasar faktual bagi revisi naik Goldman berikutnya.

Dua Kali Revisi Naik dan Logika Inti di Balik Proyeksi Goldman Sachs

Goldman Sachs telah dua kali merevisi naik proyeksi pasar IPO AS tahun ini. Awalnya, pada awal 2026, Goldman memperkirakan total dana IPO sebesar $160 miliar untuk tahun tersebut, dengan ekspektasi kenaikan empat kali lipat dari 2025 yang didorong oleh gelombang IPO perusahaan teknologi dan AI. Kemudian, seiring data penerbitan aktual terus melampaui ekspektasi, Goldman menaikkan proyeksinya menjadi $225 miliar, menempatkan 2026 sebagai tahun penggalangan dana IPO terbesar dalam sejarah.

Revisi ini didasarkan pada tiga faktor utama:

Pertama, lingkungan pasar telah membaik secara signifikan. Goldman mencatat bahwa kondisi penerbitan IPO yang lebih baik, permintaan ekuitas korporasi yang tetap kuat, serta preferensi struktural investor pada aset terkait AI bersama-sama telah membuka lebar jendela IPO.

Kedua, saatnya perusahaan swasta besar untuk go public telah tiba. Goldman memprediksi IPO 2026 akan didorong terutama oleh perusahaan swasta besar, dengan potensi penggalangan dana antara $80 miliar hingga $200 miliar. Selain IPO SpaceX yang telah sukses, perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Databricks—masing-masing bernilai lebih dari $100 miliar—dipandang sebagai kandidat potensial untuk melantai tahun ini.

Ketiga, kapasitas penyerapan pasar tetap kuat. Analis Goldman memperkirakan total pasokan ekuitas pada 2026—termasuk IPO, penawaran lanjutan, obligasi konversi, dan SPAC—akan mencapai sekitar $675 miliar, sementara pembelian kembali saham korporasi diperkirakan mencapai sekitar $1,3 triliun, jauh melebihi penerbitan ekuitas baru. Hubungan permintaan-penawaran ini menunjukkan bahwa pasokan saham baru tidak serta-merta menciptakan tekanan pasar. Selain itu, Goldman menyoroti bahwa dana IPO yang diproyeksikan hanya sekitar 1% dari total kapitalisasi pasar saham AS, di bawah rata-rata jangka panjang 1,5% sejak 1995.

SpaceX Memimpin: Studi Kasus Bersejarah

Narasi makro Goldman mendapat validasi paling signifikan pada Juni 2026. Pada 12 Juni, SpaceX menyelesaikan IPO senilai $75 miliar pada harga $135 per saham, menerbitkan 555,56 juta saham dan mencapai valuasi $1,77 triliun. Ini melampaui IPO Saudi Aramco senilai $25,6 miliar pada 2019, menjadikan IPO SpaceX sebagai penggalangan dana terbesar dalam sejarah. SpaceX akan tercatat di Nasdaq, menempati peringkat ketujuh perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di AS.

SpaceX bukan satu-satunya pencatatan besar. Pada kuartal ini, sejumlah perusahaan infrastruktur AI dan bioteknologi juga telah menyelesaikan IPO berskala besar. Sejak awal 2026, rata-rata kenaikan hari pertama saham perusahaan yang baru tercatat tetap kuat. Meski performa perdagangan selanjutnya bervariasi, perusahaan-perusahaan unggulan mendapat sambutan pasar di atas ekspektasi pada pekan pertama.

Dari perspektif industri, ciri paling menonjol dari gelombang IPO kali ini adalah konsentrasinya pada tema AI dan teknologi. Goldman secara khusus menyoroti dalam laporannya bahwa perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic merupakan kandidat IPO paling dinanti pada 2026, dan potensi penggalangan dana mereka akan menjadi variabel kunci apakah pasar bisa mencapai total $225 miliar pada paruh kedua tahun ini.

Analisis Kontrol Risiko Pasar

Meski proyeksi penggalangan dana IPO sebesar $225 miliar mencetak rekor, kapasitas penyerapan pasar tentu tidak tak terbatas. Beberapa faktor struktural patut dicermati.

Buyback korporasi menjadi penyangga. Seperti dicatat Goldman, pembelian kembali saham perusahaan pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar $1,3 triliun, dengan rencana buyback yang diumumkan sebesar $860 miliar—tertinggi dalam sejarah. Ini menunjukkan bahwa aksi beli aktif dari perusahaan tercatat akan menyuntikkan likuiditas signifikan ke pasar.

Imbal hasil obligasi memengaruhi valuasi. Imbal hasil Treasury AS 30 tahun baru-baru ini menembus 5,2%, level tertinggi sejak krisis keuangan global, dan yield 10 tahun juga melonjak. Tingkat diskonto yang lebih tinggi memengaruhi model valuasi saham pertumbuhan tinggi, sehingga penetapan harga IPO untuk perusahaan teknologi dan AI menjadi lebih tidak pasti di lingkungan pasar saat ini.

Risiko bertahap dari berakhirnya masa lock-up. Analis menyoroti bahwa porsi saham yang dapat diperdagangkan pada IPO biasanya di bawah 10%, namun setelah masa lock-up berakhir, angka ini bisa naik menjadi sekitar 28% dalam enam bulan dan sekitar 46% dalam setahun. Artinya, perusahaan yang melantai pada 2026 tidak langsung melepas seluruh saham yang bisa diperdagangkan, namun dapat menghadapi tekanan pasokan lebih besar pada 2027.

Analisis Silang: Boom IPO dan Likuiditas Pasar Kripto

Bagi pelaku pasar kripto, proyeksi IPO Goldman memperkenalkan variabel tidak langsung yang patut dipantau—kompetisi untuk modal.

Pada awal Juni, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih selama 13 hari perdagangan berturut-turut, dengan total arus keluar mencapai sekitar $5,75 miliar hingga awal Juni. Harga Bitcoin turun di bawah $60.000 pada pekan pertama Juni, menandai level terendah baru untuk 2026. Beberapa pendapat pasar mengaitkan arus keluar ini dengan aksi investor institusi yang mencairkan aset kripto lebih awal untuk berpartisipasi dalam IPO besar seperti SpaceX. Namun, ada pula yang tidak sependapat. Fabian Dori, CIO Sygnum, secara terbuka menyatakan bahwa arus keluar ETF Bitcoin tidak terkait langsung dengan IPO seperti SpaceX. Analisis tambahan menunjukkan bahwa arus keluar pasar kripto saat ini mungkin lebih terkait dengan penutupan perdagangan arbitrase, bukan pergeseran portofolio berskala besar.

Kedua sudut pandang ini punya dasar logis. Argumen kompetisi modal menyatakan bahwa penjamin emisi IPO biasanya mewajibkan investor besar untuk berkomitmen pada jumlah langganan tertentu demi mendapatkan alokasi. Jika investor institusi memegang aset kripto dan tradisional, aset tradisional bisa jadi diprioritaskan saat menyesuaikan struktur likuiditas. Sebaliknya, ETF Bitcoin merupakan kelas aset berbeda dari ekuitas tradisional, dan skala rebalancing institusi tidak sepenuhnya sebanding dengan arus keluar ETF sebesar $5,75 miliar. Selain itu, siklus arus keluar dan jadwal IPO yang beririsan tidak serta-merta menandakan hubungan sebab-akibat.

Secara lebih luas, parameter kunci adalah rasio antara total kapitalisasi pasar kripto dan kebutuhan modal IPO. Per 12 Juni, kapitalisasi pasar kripto global sekitar $2,25 triliun, dengan Bitcoin menyumbang sekitar $1,24 triliun. Proyeksi penggalangan dana IPO Goldman sebesar $225 miliar setara sekitar 10% dari kapitalisasi pasar kripto saat ini. Meski rasio ini signifikan secara absolut, dana tersebut hanya terkait penggalangan dana pasar primer, bukan volume perdagangan pasar sekunder, sehingga dampak langsungnya pada pasar kripto sangat bergantung pada arah arus modal.

Melihat harga aset kripto terkini, per 12 Juni, Bitcoin telah rebound ke kisaran $63.500, naik sekitar 2% dalam 24 jam, dan Ethereum berada di sekitar $1.670. Ini menunjukkan bahwa setelah koreksi terakhir, pasar kripto mengalami pemulihan jangka pendek, tanpa aksi jual panik yang berkepanjangan.

Kesimpulan

Proyeksi IPO Goldman Sachs sebesar $225 miliar untuk 2026 didasarkan pada perbaikan struktural yang terlihat dari data penerbitan aktual paruh pertama tahun ini. IPO SpaceX senilai $75 miliar mencetak rekor global baru, sekaligus menjadi validasi langsung tren ini. Dari sisi permintaan-penawaran, volume buyback korporasi dan porsi IPO terhadap total kapitalisasi pasar menunjukkan kapasitas pasar untuk menyerap pasokan baru, meski yield obligasi yang meningkat dan berakhirnya masa lock-up secara bertahap tetap menjadi variabel jangka menengah yang perlu diperhatikan.

Bagi pasar kripto, efek kompetisi modal dari boom IPO telah beralih dari spekulasi teoretis menjadi pengamatan praktis. Arus keluar bersih ETF Bitcoin yang berkelanjutan sejak pertengahan Mei, bertepatan dengan jendela IPO besar, menjadikan pergeseran modal sebagai variabel yang patut dipantau. Namun, data saat ini juga menunjukkan bahwa penyesuaian pasar kripto mungkin melibatkan faktor struktural lain, seperti penutupan perdagangan arbitrase dan pelemahan sementara narasi kripto itu sendiri. Rebound Bitcoin ke kisaran $63.500 pada 12 Juni menandakan pasar belum masuk ke kanal arus keluar satu arah.

Interaksi antara aset kripto dan arus modal pasar IPO tradisional kemungkinan akan semakin nyata pada paruh kedua 2026. Kecepatan pencatatan IPO besar potensial seperti OpenAI dan Anthropic, pemulihan arus masuk bersih ke ETF Bitcoin, serta arah kebijakan suku bunga The Fed akan menjadi tiga indikator utama untuk memantau pergerakan modal antar kelas aset.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten