Seiring tahun 2025 berakhir, Grayscale, perusahaan manajemen aset digital terkemuka di dunia, merilis laporan riset terbarunya yang menjadi penentu arah tren pasar di 2026. Laporan ini menyoroti dua perhatian utama bagi investor: kapan Washington akan menghadirkan kerangka regulasi komprehensif untuk aset digital, dan apakah kemajuan komputasi kuantum menjadi ancaman nyata bagi keamanan blockchain.
Menurut Grayscale, salah satu isu ini diprediksi akan membentuk ulang pasar dalam waktu dekat, sementara yang lain lebih merupakan gangguan daripada pendorong pasar yang sesungguhnya.
01 Fokus Regulasi: RUU Struktur Pasar Siap Disahkan
Grayscale memperkirakan rancangan undang-undang struktur pasar kripto bipartisan akan disahkan pada 2026, menandai tonggak penting bagi kelas aset ini.
Pasar kripto global tengah mengalami transformasi struktural, dan kejelasan bertahap kerangka regulasi AS dipandang sebagai pendorong utama pergeseran ini. Meski detail krusial masih dalam tahap negosiasi, para analis menilai arah umumnya sudah jelas.
Para legislator bergerak ke arah penerapan aturan pasar keuangan tradisional pada kripto, mencakup persyaratan pendaftaran dan pengungkapan, klasifikasi aset digital yang lebih jelas, serta perlindungan terhadap aktivitas orang dalam.
Kerangka regulasi AS yang lebih komprehensif dan terkoordinasi (dan kemungkinan langkah serupa di ekonomi besar lainnya) dapat memberikan dampak nyata terhadap adopsi.
Kejelasan regulasi akan membuat institusi keuangan lebih bersedia menambahkan aset digital ke neraca mereka, dan kepastian hukum yang lebih baik dapat mendorong institusi untuk bertransaksi langsung di blockchain. Perkembangan ini menandai awal era yang lebih "terinstitusionalisasi" bagi pasar kripto.
02 Era Institusional: Efek Domino dari Kejelasan Regulasi
Seiring regulasi makin jelas, modal institusional terus mengalir ke pasar kripto. Sejak peluncuran ETF Bitcoin spot AS pada Januari 2024, ETF kripto global mencatat arus masuk bersih sekitar $87 miliar.
Meski produk-produk ini telah meraih kesuksesan awal, integrasi aset kripto ke portofolio arus utama masih dalam tahap awal. Ambil contoh Gate: sebagai platform perdagangan aset digital global terdepan, Gate merayakan ulang tahun ke-12 pada 2025, dengan jumlah pengguna globalnya melampaui 47 juta.
Di lini perdagangan inti, Gate terus memperkuat kapabilitas dasarnya, menempati peringkat kedua secara global dalam volume dan likuiditas perdagangan spot, serta secara konsisten berada di tiga besar dunia dalam perdagangan derivatif dan kekuatan keseluruhan.
Kerangka regulasi yang lebih lengkap berarti bursa yang patuh seperti Gate dapat menawarkan layanan yang lebih aman dan nyaman bagi investor institusi. Integrasi ini diharapkan memfasilitasi perdagangan sekuritas aset digital yang teregulasi dan memungkinkan baik startup maupun perusahaan mapan melakukan aktivitas penerbitan on-chain.
03 Ancaman Kuantum: Menjembatani Teori dan Realitas
Bertolak belakang dengan "urgensi" perdebatan regulasi, Grayscale menilai kekhawatiran terhadap komputasi kuantum memang valid namun terlalu dibesar-besarkan untuk signifikansi tahun 2026.
Perusahaan memperkirakan topik ini akan memicu banyak pemberitaan dan perdebatan, namun kecil kemungkinan berdampak material pada harga aset dalam waktu dekat. Grayscale mengakui secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat dapat membobol standar kriptografi saat ini dengan menurunkan private key dari public key.
Namun, perusahaan melihat risiko ini masih jauh. Meski pasar pada akhirnya akan menilai kemampuan blockchain menghadapi tantangan kuantum, hal ini tidak diharapkan memengaruhi valuasi secara signifikan tahun depan.
Komputasi kuantum memang membawa ancaman unik bagi kripto, di mana keruntuhan sistemik bisa terjadi bahkan sebelum teknologi ini benar-benar terwujud. Dalam pasar yang sangat bergantung pada kepercayaan ini, rumor atau makalah akademis tentang kemajuan kuantum saja bisa menjadi pemicu kepanikan.
04 Strategi Respons: Langkah Proaktif Komunitas Blockchain
Meskipun Grayscale melihat risiko kuantum untuk pasar 2026 masih terbatas, komunitas blockchain tidak tinggal diam.
Tahun 2025 menjadi titik balik dalam pendekatan komunitas Bitcoin terhadap ancaman kuantum, beralih dari diskusi teoretis ke kesiapan rekayasa. Laporan tahunan pengembang Bitcoin Core (Optech) menunjukkan Bitcoin bergerak dari "pertahanan pasif" ke paradigma "evolusi aktif".
Salah satu strategi pertahanan utama adalah "kriptografi pasca-kuantum". Meski biayanya tinggi, ada seruan untuk penerapan segera, terutama karena serangan "harvest now, decrypt later" (panen sekarang, dekripsi nanti) sudah terjadi.
Jenis serangan ini melibatkan pihak jahat yang menyimpan lalu lintas terenkripsi saat ini, dengan tujuan mendekripsinya ketika komputer kuantum sudah tersedia. Aktor negara hampir pasti mengarsipkan komunikasi terenkripsi dari target sensitif secara besar-besaran untuk didekripsi di masa depan.
Yang penting, sebagian besar blockchain tidak mudah rentan terhadap serangan HNDL ini. Sebagian besar chain non-privasi—seperti Bitcoin dan Ethereum saat ini—utamanya menggunakan kriptografi untuk otorisasi transaksi, yakni tanda tangan digital, bukan enkripsi.
Blockchain Bitcoin bersifat publik; ancaman kuantum di sini adalah pemalsuan tanda tangan, bukan dekripsi data transaksi yang memang sudah terbuka. Ini menghilangkan urgensi kriptografi langsung yang ditimbulkan serangan HNDL.
05 Reaksi Pasar: Kenaikan Tak Terduga Aset Privasi
Fenomena menarik terjadi ketika, di tengah sorotan regulasi dan komputasi kuantum, aset berfokus privasi justru menonjol pada kuartal IV 2025.
Riset Grayscale menunjukkan bahwa privacy coin Zcash (ZEC) menjadi sorotan khusus kuartal ini, dengan peningkatan penggunaan akun dan transaksi "shielded" sepanjang 2025. Protokol privasi lain seperti Monero (XMR), Dash (DASH), dan Decred (DCR) juga mencatat performa baik.
Tren ini mengindikasikan bahwa seiring blockchain makin terintegrasi dengan keuangan tradisional, permintaan akan alat privasi semakin terasa. Seperti dicatat Grayscale dalam laporannya: "Privasi adalah komponen normal dalam sistem keuangan. Jika blockchain publik ingin terintegrasi lebih dalam dengan keuangan, mereka membutuhkan infrastruktur privasi yang lebih kuat."
Per 31 Desember 2025, di platform perdagangan Gate, harga Bitcoin tercatat $88.707, naik 0,24% dalam 24 jam terakhir. Ethereum diperdagangkan di $2.981, naik 0,25% pada periode yang sama. Indeks Fear & Greed berada pada kondisi fear ekstrem, mungkin mencerminkan kehati-hatian pasar di tengah isu kompleks seperti regulasi dan ancaman kuantum.
Melihat ke Depan
Saat laporan Grayscale dirilis, Gate baru saja meluncurkan video ulasan akhir tahun 2025, mengumumkan basis penggunanya telah melampaui 47 juta. Sebagai salah satu platform paling transparan dalam hal pengungkapan aset cadangan secara publik, Gate memiliki rasio cadangan total sebesar 124%, mencakup hampir 500 aset pengguna.
Dari Bitcoin hingga privacy coin, dari kerangka regulasi hingga pertahanan kuantum, pasar kripto dibentuk oleh banyak kekuatan. Blockchain seperti Bitcoin sudah mulai secara sistematis menghadapi ancaman kuantum.
Regulasi segera hadir, sementara alarm kuantum, meski masih jauh, tetap berbunyi. Bagi investor sehari-hari, memahami tren makro ini dan memilih platform yang aman, patuh, serta transparan seperti Gate bisa menjadi cara terbaik untuk menavigasi pasar yang kompleks ini dengan percaya diri.




