Amerika Presiden Trump baru-baru ini kembali menimbulkan perhatian terkait isu tarif. Meskipun Mahkamah Agung sebelumnya telah memutuskan bahwa kebijakan tarif terkait melanggar hukum, dia tetap bersikeras meningkatkan tarif tersebut. Tindakan ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Seorang tokoh penting dari Partai Liberal Demokrat Jepang secara tegas menyatakan bahwa langkah ini sama saja dengan “bertentangan sendiri dan memperburuk keadaan,” dan menjadi variabel baru dalam situasi ekonomi dan perdagangan global.
Penolakan Pengadilan pun diabaikan, kebijakan tarif Trump menuai kontroversi
Meskipun Mahkamah Agung telah secara jelas menyatakan bahwa langkah tarif sebelumnya melanggar hukum, Trump justru memilih untuk melakukan operasi sebaliknya dan memperkuat hambatan tarif. Tindakan ini tidak hanya menantang preseden hukum di Amerika Serikat, tetapi juga banyak yang menafsirkannya sebagai pengabaian terhadap tatanan perdagangan internasional. Bloomberg melaporkan perkembangan ini di media sosial X, yang memicu perhatian luas dari pasar global.
Bagaimana pandangan Jepang? Hubungan ekonomi dan perdagangan AS-Jepang menghadapi ujian berat
Berita politik ini memicu kekhawatiran di kalangan politik Tokyo. Sebagai salah satu sekutu terpenting Amerika Serikat, Jepang sangat sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan ekonomi dan perdagangan AS. Tokoh penting dari Partai Liberal Demokrat berpendapat bahwa peningkatan tarif Trump dapat langsung berdampak pada industri ekspor Jepang seperti mobil dan elektronik, serta berpotensi mengancam hubungan ekonomi dan perdagangan yang stabil antara AS dan Jepang selama ini. Industri secara umum memperkirakan bahwa gelombang tarif ini akan menjadi fokus utama dalam negosiasi Jepang-AS sepanjang tahun ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Politisi berat Tokyo mengkritik keras pembaruan tarif Trump yang memicu badai perdagangan
Amerika Presiden Trump baru-baru ini kembali menimbulkan perhatian terkait isu tarif. Meskipun Mahkamah Agung sebelumnya telah memutuskan bahwa kebijakan tarif terkait melanggar hukum, dia tetap bersikeras meningkatkan tarif tersebut. Tindakan ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Seorang tokoh penting dari Partai Liberal Demokrat Jepang secara tegas menyatakan bahwa langkah ini sama saja dengan “bertentangan sendiri dan memperburuk keadaan,” dan menjadi variabel baru dalam situasi ekonomi dan perdagangan global.
Penolakan Pengadilan pun diabaikan, kebijakan tarif Trump menuai kontroversi
Meskipun Mahkamah Agung telah secara jelas menyatakan bahwa langkah tarif sebelumnya melanggar hukum, Trump justru memilih untuk melakukan operasi sebaliknya dan memperkuat hambatan tarif. Tindakan ini tidak hanya menantang preseden hukum di Amerika Serikat, tetapi juga banyak yang menafsirkannya sebagai pengabaian terhadap tatanan perdagangan internasional. Bloomberg melaporkan perkembangan ini di media sosial X, yang memicu perhatian luas dari pasar global.
Bagaimana pandangan Jepang? Hubungan ekonomi dan perdagangan AS-Jepang menghadapi ujian berat
Berita politik ini memicu kekhawatiran di kalangan politik Tokyo. Sebagai salah satu sekutu terpenting Amerika Serikat, Jepang sangat sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan ekonomi dan perdagangan AS. Tokoh penting dari Partai Liberal Demokrat berpendapat bahwa peningkatan tarif Trump dapat langsung berdampak pada industri ekspor Jepang seperti mobil dan elektronik, serta berpotensi mengancam hubungan ekonomi dan perdagangan yang stabil antara AS dan Jepang selama ini. Industri secara umum memperkirakan bahwa gelombang tarif ini akan menjadi fokus utama dalam negosiasi Jepang-AS sepanjang tahun ini.