Sekarang, berbagai solusi Layer 2 bersaing dalam angka TPS, tetapi pengalaman pengguna sebenarnya tidak jauh berbeda—fenomena aneh ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada throughput.
Menggunakan industri pengiriman sebagai analogi akan lebih jelas: tidak peduli seberapa cepat armada pengiriman, jika gudang penuh dan sistem sortir kacau, paket tetap akan hilang. Hal yang sama berlaku untuk ekspansi blockchain.
Sebenarnya, hambatan utama sering tersembunyi dalam infrastruktur dasar seperti data availability(DA) yang tidak terlalu mencolok. DA bertanggung jawab memastikan data di chain dapat diakses dan diverifikasi oleh semua node, ini adalah fondasi keamanan jaringan dan skalabilitas yang sesungguhnya. Jika DA tidak stabil, keamanan seluruh ekosistem akan goyah.
Bagaimana mengatasi masalah ini? Beberapa protokol menggunakan teknologi kriptografi seperti erasure coding, yang membagi data secara cerdas dan menyimpannya secara terdistribusi. Hasilnya sangat signifikan—biaya penyimpanan bisa turun menjadi sepersepuluh dari sebelumnya, dan efisiensi verifikasi meningkat sekitar sepuluh kali lipat. Ini sama saja melompat dari era pencocokan manual langsung ke era pemindaian barcode, dengan logika dasar yang benar-benar dirombak.
Jika DA sudah solid, aplikasi lapisan atas bisa berjalan dengan lancar. Kompetisi di masa depan blockchain lebih dari sekadar memperebutkan marketing hype, melainkan siapa yang mampu membuat aliran data dan verifikasi "pekerjaan kotor" ini berjalan tanpa terasa oleh pengguna. Sikap tim teknologi yang mendalami detail dan tidak mengambil jalan pintas mungkin adalah cerminan dari pemahaman mendalam terhadap hal ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
EthSandwichHero
· 3jam yang lalu
Sial, akhirnya ada yang bilang ini, angka TPS cuma omong kosong, yang benar-benar dipertaruhkan adalah apakah infrastruktur dasar DA ini bisa tetap stabil
Lihat AsliBalas0
SchrodingerAirdrop
· 3jam yang lalu
Metafora pengiriman itu sangat tepat, memang begitu... permainan angka TPS semuanya palsu, DA adalah proposisi yang sebenarnya
Lihat AsliBalas0
FlyingLeek
· 3jam yang lalu
Benar sekali, angka TPS dalam game sudah seharusnya runtuh sejak lama
Lihat AsliBalas0
GateUser-9ad11037
· 3jam yang lalu
Benar sekali, angka TPS semuanya palsu, yang benar-benar bisa digunakan adalah yang utama
Lihat AsliBalas0
NoStopLossNut
· 3jam yang lalu
Metafora pengiriman ini luar biasa, saya cuma bilang kenapa TPS dibesar-besarkan sampai langit, tapi saat digunakan tetap saja lambat.
Sekarang, berbagai solusi Layer 2 bersaing dalam angka TPS, tetapi pengalaman pengguna sebenarnya tidak jauh berbeda—fenomena aneh ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada throughput.
Menggunakan industri pengiriman sebagai analogi akan lebih jelas: tidak peduli seberapa cepat armada pengiriman, jika gudang penuh dan sistem sortir kacau, paket tetap akan hilang. Hal yang sama berlaku untuk ekspansi blockchain.
Sebenarnya, hambatan utama sering tersembunyi dalam infrastruktur dasar seperti data availability(DA) yang tidak terlalu mencolok. DA bertanggung jawab memastikan data di chain dapat diakses dan diverifikasi oleh semua node, ini adalah fondasi keamanan jaringan dan skalabilitas yang sesungguhnya. Jika DA tidak stabil, keamanan seluruh ekosistem akan goyah.
Bagaimana mengatasi masalah ini? Beberapa protokol menggunakan teknologi kriptografi seperti erasure coding, yang membagi data secara cerdas dan menyimpannya secara terdistribusi. Hasilnya sangat signifikan—biaya penyimpanan bisa turun menjadi sepersepuluh dari sebelumnya, dan efisiensi verifikasi meningkat sekitar sepuluh kali lipat. Ini sama saja melompat dari era pencocokan manual langsung ke era pemindaian barcode, dengan logika dasar yang benar-benar dirombak.
Jika DA sudah solid, aplikasi lapisan atas bisa berjalan dengan lancar. Kompetisi di masa depan blockchain lebih dari sekadar memperebutkan marketing hype, melainkan siapa yang mampu membuat aliran data dan verifikasi "pekerjaan kotor" ini berjalan tanpa terasa oleh pengguna. Sikap tim teknologi yang mendalami detail dan tidak mengambil jalan pintas mungkin adalah cerminan dari pemahaman mendalam terhadap hal ini.