Emas tokenisasi sedang menjadi jalur paling berpotensi dalam tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Menurut kabar terbaru, Assistant Dean dari Institute of Financial Research di Hong Kong University of Science and Technology, Tang Bo, menyatakan bahwa nilai emas sebagai aset lindung nilai sedang kembali, dan teknologi tokenisasi akan memberikan aset kuno ini atribut keuangan yang sepenuhnya baru. Sementara itu, inovasi inti dari token emas—kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai—sedang memecahkan pola investasi emas tradisional yang sudah mapan.
Perbedaan inti dalam tokenisasi emas
Emas token vs ETF emas
Tokenisasi emas dan ETF emas tradisional tampak serupa, tetapi memiliki perbedaan utama:
Dimensi
Emas token
ETF emas
Esensi
Bukti kepemilikan emas fisik 1:1
Bukti aset
Cara pengambilan
Dapat langsung diambil dari brankas
Tidak dapat langsung diambil
Menghasilkan bunga di atas rantai
Didukung, melalui pinjaman jaminan
Tidak didukung
Likuiditas
Asli dari blockchain, perdagangan 24/7
Terbatas oleh jam perdagangan bursa
Makna dari menghasilkan bunga di atas rantai
Inovasi paling penting dari emas token adalah kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai. Ini tidak hanya mengubah emas dari aset lindung nilai pasif menjadi instrumen keuangan yang menguntungkan, tetapi juga melalui mekanisme pinjaman jaminan lebih lanjut mengaktifkan atribut keuangan emas. Ini berarti pemegang dapat:
Mendapatkan pendapatan tambahan sambil mempertahankan kepemilikan emas
Menggunakan emas sebagai jaminan untuk berpartisipasi dalam pasar pinjaman
Mendapatkan berbagai peluang penghasilan di ekosistem DeFi
Analisis prospek jalur
Mengapa emas?
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas memiliki konsensus nilai alami. Pandangan Tang Bo menunjukkan bahwa nilai emas sedang kembali. Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global yang meningkat saat ini, sifat lindung nilai emas semakin menonjol. Teknologi tokenisasi memberi aset kuno ini kehidupan baru, menjaga keamanan emas sekaligus memberinya fleksibilitas keuangan modern.
Pendapat pribadi
Potensi jalur ini terletak pada pemenuhannya terhadap dua kebutuhan: keamanan aset tradisional dan efisiensi blockchain. Tokenisasi emas bukan sekadar mengunggah aset ke rantai, tetapi mendefinisikan ulang peran emas di era digital melalui tokenisasi. Dibandingkan jalur RWA lainnya, dasar tokenisasi emas lebih kokoh—karena emas sendiri memiliki nilai yang diakui secara global.
Kesimpulan
Tokenisasi emas mewakili arah perkembangan penting dalam jalur RWA. Inovasi inti—kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai—memecahkan pola penghasilan pasif dari investasi emas tradisional, memberi aset kuno ini atribut keuangan yang baru. Dengan penyempurnaan teknologi tokenisasi dan peningkatan pengakuan pasar, emas token berpotensi menjadi jembatan penting yang menghubungkan aset tradisional dan keuangan digital. Bagi investor, ini tidak hanya menawarkan pilihan alokasi aset baru, tetapi juga memberi makna modern pada aset lindung nilai tradisional ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tokenisasi Emas Memicu Gelombang Baru: Kemampuan Penghasilan di Blockchain Menghancurkan Pola ETF Tradisional
Emas tokenisasi sedang menjadi jalur paling berpotensi dalam tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Menurut kabar terbaru, Assistant Dean dari Institute of Financial Research di Hong Kong University of Science and Technology, Tang Bo, menyatakan bahwa nilai emas sebagai aset lindung nilai sedang kembali, dan teknologi tokenisasi akan memberikan aset kuno ini atribut keuangan yang sepenuhnya baru. Sementara itu, inovasi inti dari token emas—kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai—sedang memecahkan pola investasi emas tradisional yang sudah mapan.
Perbedaan inti dalam tokenisasi emas
Emas token vs ETF emas
Tokenisasi emas dan ETF emas tradisional tampak serupa, tetapi memiliki perbedaan utama:
Makna dari menghasilkan bunga di atas rantai
Inovasi paling penting dari emas token adalah kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai. Ini tidak hanya mengubah emas dari aset lindung nilai pasif menjadi instrumen keuangan yang menguntungkan, tetapi juga melalui mekanisme pinjaman jaminan lebih lanjut mengaktifkan atribut keuangan emas. Ini berarti pemegang dapat:
Analisis prospek jalur
Mengapa emas?
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas memiliki konsensus nilai alami. Pandangan Tang Bo menunjukkan bahwa nilai emas sedang kembali. Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global yang meningkat saat ini, sifat lindung nilai emas semakin menonjol. Teknologi tokenisasi memberi aset kuno ini kehidupan baru, menjaga keamanan emas sekaligus memberinya fleksibilitas keuangan modern.
Pendapat pribadi
Potensi jalur ini terletak pada pemenuhannya terhadap dua kebutuhan: keamanan aset tradisional dan efisiensi blockchain. Tokenisasi emas bukan sekadar mengunggah aset ke rantai, tetapi mendefinisikan ulang peran emas di era digital melalui tokenisasi. Dibandingkan jalur RWA lainnya, dasar tokenisasi emas lebih kokoh—karena emas sendiri memiliki nilai yang diakui secara global.
Kesimpulan
Tokenisasi emas mewakili arah perkembangan penting dalam jalur RWA. Inovasi inti—kemampuan menghasilkan bunga di atas rantai—memecahkan pola penghasilan pasif dari investasi emas tradisional, memberi aset kuno ini atribut keuangan yang baru. Dengan penyempurnaan teknologi tokenisasi dan peningkatan pengakuan pasar, emas token berpotensi menjadi jembatan penting yang menghubungkan aset tradisional dan keuangan digital. Bagi investor, ini tidak hanya menawarkan pilihan alokasi aset baru, tetapi juga memberi makna modern pada aset lindung nilai tradisional ini.