Kepercayaan ini telah mengalami beberapa kali evolusi.
Awalnya kita mempercayai para pengrajin—pengrajin individu yang menghidupi keahlian mereka, berdiri di atas reputasi. Kemudian muncul lembaga, bank dan platform, dan orang-orang mempercayakan kepercayaan mereka kepada perantara ini. Selanjutnya, kode masuk ke dalam permainan, kontrak pintar membuat kepercayaan menjadi logika yang dapat dieksekusi, tidak lagi bergantung pada hubungan manusia.
Sekarang? Gelombang perubahan baru sedang dirancang. Ada tim yang membangun jaringan persepsi yang dibangun bersama oleh mesin, seluruh prosesnya terbuka dan dapat diaudit. Ini bukan sekadar peningkatan teknologi, melainkan redefinisi dari kepercayaan itu sendiri—dari bergantung pada lembaga, ke bergantung pada kode, lalu ke bergantung pada sistem terdistribusi yang transparan.
Tren ini cukup patut diamati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
just_another_wallet
· 5jam yang lalu
Kebenaran di atas rantai jauh lebih dapat diandalkan daripada kata manusia, saya percaya.
---
Kode tidak akan berbohong, tapi bagaimana dengan pembuat kode? Haha.
---
Sekali lagi, distribusi dan transparansi, pada akhirnya tergantung siapa yang memiliki kekuatan komputasi lebih besar.
---
Dari pengrajin hingga kontrak pintar, berputar-putar kembali ke aturan permainan kepercayaan. Menarik.
---
Jaringan persepsi? Kedengarannya bagus, cuma saya tidak tahu apakah ini akan menjadi mediator baru lagi.
---
Rantai logika ini saya suka, tapi penerapannya mungkin harus menunggu lagi.
---
Transparansi ≠ keamanan, jangan sampai salah paham.
---
Akhirnya ada yang menjelaskan ini dengan jelas, sebelumnya semua cuma omong kosong.
---
Mengandalkan kode tidak enak, kenapa harus sistem distribusi, itu cuma buang-buang waktu.
---
Jadi akhirnya tetap saja mempercayai orang yang berbeda, tidak ada bedanya.
Lihat AsliBalas0
NeverPresent
· 5jam yang lalu
Kode>Manusiawi, saya setuju dengan pemikiran ini. Tapi bagian jaringan persepsi masih harus melihat hasil implementasinya, tertulis transparan di atas kertas, baru tahu apakah bisa atau tidak setelah benar-benar di-chain.
Lihat AsliBalas0
FudVaccinator
· 5jam yang lalu
Kode dapat diandalkan, mesin juga tidak akan kabur, tetapi masalahnya adalah siapa yang akan mengaudit para auditor ini?
Lihat AsliBalas0
liquidation_watcher
· 5jam yang lalu
Apakah kode bisa dimakan? Belum tentu, tetap harus bergantung pada manusia untuk memelihara, lambat laun akan kembali ke siklus kepercayaan terhadap individu.
Lihat AsliBalas0
LiquidatedNotStirred
· 5jam yang lalu
Terdengar agak idealis, tetapi saya suka pemikiran ini. Dari pengrajin ke perantara lalu ke kode, rasanya setiap langkah berusaha menghilangkan asimetri informasi. Masalahnya, apakah mesin dan sistem terdistribusi benar-benar bisa menghilangkan sepenuhnya sifat manusia?
Kepercayaan ini telah mengalami beberapa kali evolusi.
Awalnya kita mempercayai para pengrajin—pengrajin individu yang menghidupi keahlian mereka, berdiri di atas reputasi. Kemudian muncul lembaga, bank dan platform, dan orang-orang mempercayakan kepercayaan mereka kepada perantara ini. Selanjutnya, kode masuk ke dalam permainan, kontrak pintar membuat kepercayaan menjadi logika yang dapat dieksekusi, tidak lagi bergantung pada hubungan manusia.
Sekarang? Gelombang perubahan baru sedang dirancang. Ada tim yang membangun jaringan persepsi yang dibangun bersama oleh mesin, seluruh prosesnya terbuka dan dapat diaudit. Ini bukan sekadar peningkatan teknologi, melainkan redefinisi dari kepercayaan itu sendiri—dari bergantung pada lembaga, ke bergantung pada kode, lalu ke bergantung pada sistem terdistribusi yang transparan.
Tren ini cukup patut diamati.