Sering kali orang bertanya kepada saya bagaimana saya selalu bisa membuat keputusan yang tepat di waktu yang tepat. Sejujurnya, ini bukan keberuntungan, juga bukan perasaan mistis.
Minggu lalu sebelum data CPI dirilis, tim kami sudah memodelkan dua kemungkinan tren yang akan terjadi. Ada yang memantau indikator ekonomi makro, ada yang mencari petunjuk dari data on-chain. Begitu data keluar dan lebih rendah dari perkiraan, pasar langsung jatuh — tepat di titik masuk yang kami tetapkan. Order dipasang, dalam setengah jam pasar langsung rebound, dan keuntungan dari gelombang itu pun berhasil kami raih.
Kali itu juga hampir sama dengan CLO. Kami menyarankan posisi bullish di 0.45, dan saat mencapai 0.722 kami mengingatkan untuk take profit. Tampaknya seperti tebak-tebakan yang benar, tapi sebenarnya kami hanya memeriksa bagaimana pergerakan koin yang pernah menembus high sebelumnya selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan pola. Dalam kapitalisasi pasar seperti ini, sangat sulit untuk langsung menggandakan nilai, jadi target pertama kami adalah di posisi yang masih dalam batas penggandaan, dan jika sudah tercapai, kami pasti keluar.
Order XMR juga seperti itu — masuk di 560, keluar secara bertahap di 630, setiap keuntungan yang didapat sudah ada dalam rencana.
Saat saya memimpin trader melakukan transaksi, saya tidak pernah hanya memberi kode lalu membiarkan mereka beraksi. Harus terlebih dahulu menjelaskan logikanya secara mendalam: mengapa masuk di sini, jika salah prediksi bagaimana cara stop loss, jika benar di mana keluar. Dengan begitu, emosi bisa dipisahkan dari proses trading.
Pasar setiap hari sangat ramai dan penuh suara. Yang benar-benar bisa membuat orang tetap menghasilkan uang bukanlah siapa yang berteriak paling keras, melainkan apakah Anda memiliki satu metode yang cocok untuk diri sendiri, atau bisa mengikuti tim yang benar-benar terorganisir. Asalkan irama langkahnya tepat, menghasilkan uang hanyalah masalah eksekusi.
Jika Anda merasa selalu mengejar kenaikan dan menjual saat jatuh, cobalah berhenti sejenak dan tanya diri sendiri: Apakah saya benar-benar trading berdasarkan strategi, atau hanya emosi semata? Banyak kali, dengan melambat dan berpikir jernih, kita malah bisa berjalan lebih cepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sering kali orang bertanya kepada saya bagaimana saya selalu bisa membuat keputusan yang tepat di waktu yang tepat. Sejujurnya, ini bukan keberuntungan, juga bukan perasaan mistis.
Minggu lalu sebelum data CPI dirilis, tim kami sudah memodelkan dua kemungkinan tren yang akan terjadi. Ada yang memantau indikator ekonomi makro, ada yang mencari petunjuk dari data on-chain. Begitu data keluar dan lebih rendah dari perkiraan, pasar langsung jatuh — tepat di titik masuk yang kami tetapkan. Order dipasang, dalam setengah jam pasar langsung rebound, dan keuntungan dari gelombang itu pun berhasil kami raih.
Kali itu juga hampir sama dengan CLO. Kami menyarankan posisi bullish di 0.45, dan saat mencapai 0.722 kami mengingatkan untuk take profit. Tampaknya seperti tebak-tebakan yang benar, tapi sebenarnya kami hanya memeriksa bagaimana pergerakan koin yang pernah menembus high sebelumnya selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan pola. Dalam kapitalisasi pasar seperti ini, sangat sulit untuk langsung menggandakan nilai, jadi target pertama kami adalah di posisi yang masih dalam batas penggandaan, dan jika sudah tercapai, kami pasti keluar.
Order XMR juga seperti itu — masuk di 560, keluar secara bertahap di 630, setiap keuntungan yang didapat sudah ada dalam rencana.
Saat saya memimpin trader melakukan transaksi, saya tidak pernah hanya memberi kode lalu membiarkan mereka beraksi. Harus terlebih dahulu menjelaskan logikanya secara mendalam: mengapa masuk di sini, jika salah prediksi bagaimana cara stop loss, jika benar di mana keluar. Dengan begitu, emosi bisa dipisahkan dari proses trading.
Pasar setiap hari sangat ramai dan penuh suara. Yang benar-benar bisa membuat orang tetap menghasilkan uang bukanlah siapa yang berteriak paling keras, melainkan apakah Anda memiliki satu metode yang cocok untuk diri sendiri, atau bisa mengikuti tim yang benar-benar terorganisir. Asalkan irama langkahnya tepat, menghasilkan uang hanyalah masalah eksekusi.
Jika Anda merasa selalu mengejar kenaikan dan menjual saat jatuh, cobalah berhenti sejenak dan tanya diri sendiri: Apakah saya benar-benar trading berdasarkan strategi, atau hanya emosi semata? Banyak kali, dengan melambat dan berpikir jernih, kita malah bisa berjalan lebih cepat.