Menurut Jin10, pada 10 Juli Presiden AS Trump memposting di Truth Social bahwa Iran berharap melanjutkan negosiasi dengan AS, dan AS telah setuju untuk melakukannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Baghaei, membantah klaim tersebut pada hari yang sama, dengan mengatakan Iran tidak pernah meminta pembicaraan, tetapi bersedia menerima kunjungan dari perantara.
Pakarnya Timur Tengah Wang Jin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dialog bermakna antara AS dan Iran tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat karena lemahnya fondasi kepercayaan, ketegangan yang masih berlangsung, dan sikap skeptis dari kedua publik dalam negeri. Namun, negara-negara yang menjadi penengah termasuk Qatar, Oman, dan Pakistan terus berupaya memfasilitasi jalur komunikasi antara kedua pihak.