Menurut CNN, sebagaimana dilaporkan oleh Jin10, pemerintahan Trump belum menjelaskan durasi dan tujuan akhir kampanye militernya terhadap Iran satu minggu setelah melanjutkan serangan udara harian dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut pada 19 Juli.
Sumber-sumber yang mengetahui hal ini mengindikasikan bahwa Presiden Trump telah menerima beberapa proposal untuk memperluas operasi militer. Militer AS berupaya memperkuat operasi guna melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Trump telah menyatakan secara terbuka bahwa ia berniat meningkatkan serangan udara lebih lanjut, termasuk mengancam serangan terhadap infrastruktur sipil dan berpotensi menargetkan fasilitas energi. Wakil Presiden Vance, yang menjabat sebagai perunding utama pemerintah dengan Iran, menyatakan bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk membongkar kendali Iran atas selat tersebut.