SpaceX melakukan penerbangan uji ke-13 roket Starship pada 24 Juli (waktu setempat) dari Starbase, Texas, meraih keberhasilan parsial saat tahap atas menyelesaikan misinya, sementara pendorong Super Heavy mengalami kegagalan penyalaan ulang mesin (engine reignition) sebagian selama penurunan. Malfungsi mesin pendorong tersebut membuatnya masuk lebih cepat ke Gulf of Mexico dibanding rencana, meski seluruh 33 mesinnya menyala dengan sukses saat peluncuran. Penerbangan uji ini menandai yang pertama sejak penawaran umum perdana (IPO) SpaceX bulan lalu dan penerbangan misi Starship pertama yang membawa satelit operasional sebagai muatan.
Ini merupakan penerbangan kedua konfigurasi V3 Starship yang dilengkapi mesin Raptor3, setelah uji V3 pertama pada 22 Mei. Roket membawa 20 satelit uji Starlink V3 sebagai muatan untuk pertama kalinya dalam program Starship. Menurut laporan media asing utama, peluncuran berlangsung dari fasilitas Starbase milik SpaceX di Texas.
Tahap Atas Starship Selesai Misi Pelepasan Satelit dan Pendaratan Laut
Setelah pendorong Super Heavy terpisah, tahap atas terus terbang secara suborbital dan melepaskan 20 satelit uji Starlink V3 pada ketinggian sekitar 200 kilometer. Satelit-satelit tersebut direncanakan untuk masuk kembali ke atmosfer dan terbakar habis, bukan masuk ke orbit. Setelah sekitar satu jam penerbangan, tahap atas Starship melakukan pendaratan vertikal (splashdown) di Samudra Hindia. Pejabat SpaceX menilai ini sebagai splashdown paling stabil dan paling mulus di antara semua peluncuran uji hingga saat ini.
CEO Elon Musk menyatakan, "Kami memperoleh semua data yang diperlukan mengenai heat shield" dan "Starship aman." Sasaran misi tahap atas tercapai sepenuhnya berdasarkan penilaian SpaceX.
Pendorong Super Heavy Mengalami Kegagalan Penyalaan Ulang Mesin Parsial Saat Penurunan
Pendorong Super Heavy menghadapi masalah selama penurunannya menuju Gulf of Mexico. Meski seluruh 33 mesinnya menyala sesuai rencana saat peluncuran, penyalaan ulang mesin secara parsial terbukti tidak cukup selama fase penurunan. CNN melaporkan bahwa dari 13 mesin yang dinyalakan ulang selama tahap persiapan splashdown, beberapa mengalami masalah saat upaya pendaratan.
Penyalaan ulang mesin yang tidak cukup menyebabkan pendorong masuk ke laut dengan kecepatan lebih cepat dari yang direncanakan. Kegagalan parsial ini berbeda dengan misi tahap atas yang sukses, sehingga menghasilkan penilaian keberhasilan parsial untuk penerbangan uji ke-13.
FAQ
Apa yang terjadi selama penerbangan uji Starship ke-13 SpaceX pada 24 Juli?
SpaceX meluncurkan penerbangan uji Starship ke-13 pada 24 Juli (waktu setempat) dari Starbase, Texas. Tahap atas berhasil melepaskan 20 satelit uji Starlink V3 pada ketinggian sekitar 200 kilometer dan melakukan splashdown vertikal di Samudra Hindia setelah sekitar satu jam penerbangan. Namun, pendorong Super Heavy mengalami kegagalan penyalaan ulang mesin parsial selama penurunan, menyebabkan pendorong itu masuk ke Gulf of Mexico lebih cepat dari yang direncanakan.
Mengapa pendorong Super Heavy gagal selama penerbangan uji?
Meski seluruh 33 mesin berhasil menyala saat peluncuran, hanya penyalaan ulang parsial dari 13 mesin yang terjadi selama fase penurunan pendorong. Beberapa mesin yang dinyalakan ulang tersebut mengalami masalah saat upaya pendaratan, sehingga deselerasinya tidak cukup dan splashdown laut terjadi lebih cepat dari rencana.
Apa yang dikatakan Elon Musk mengenai hasil uji penerbangan Starship?
Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX memperoleh semua data heat shield yang diperlukan dari penerbangan tersebut dan bahwa "Starship aman." Pejabat SpaceX menilai splashdown vertikal tahap atas di Samudra Hindia sebagai splashdown paling stabil dan paling mulus di antara semua peluncuran uji yang dilakukan hingga saat ini.