Menurut kantor berita Fars News Agency yang bersifat semi-resmi, pada 11 Juli Iran menolak proposal Presiden AS Donald Trump untuk bernegosiasi tanpa gencatan senjata, dengan menegaskan bahwa gencatan senjata harus didahulukan sebelum pembicaraan apa pun. Kantor berita itu melaporkan bahwa Iran belum meminta negosiasi dengan AS dan tidak akan terlibat dalam pembicaraan apa pun kecuali pihak Amerika terlebih dahulu memenuhi syarat-syarat yang sebelumnya disepakati, dengan gencatan senjata sebagai prasyarat yang diuraikan dalam nota kesepahaman awal.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Morteza Khamenei bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan Israel atas kematian yang disebabkan oleh serangan mereka, dengan mengatakan: “Demi darah suci kalian dan darah seluruh para syuhada dalam dua perang ini, kami pasti akan membalas para pembunuh yang memalukan yang melakukan kejahatan-kejahatan ini.” Ia menekankan bahwa pembalasan ini adalah tuntutan nasional yang harus dipenuhi.