PANews 1 Maret, menurut laporan dari CCTV News, sebelum Amerika Serikat dan Israel akan melakukan serangan militer terhadap Iran, CIA telah mengidentifikasi kemungkinan keberadaan pemimpin tertinggi Iran, Khamenei. Beberapa sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan bahwa badan intelijen AS telah memantau aktivitas Khamenei selama beberapa bulan, meningkatkan pemahaman mereka tentang pola perjalanan dan lokasi potensialnya. Selanjutnya, AS mengetahui bahwa beberapa pejabat tinggi Iran berencana mengadakan pertemuan di pusat pemerintahan di pusat kota Teheran pada pagi hari 28 Februari, dan Khamenei sendiri akan hadir. Setelah memperoleh informasi tersebut, AS dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan yang sebelumnya direncanakan. Gedung Putih dan CIA belum memberikan komentar mengenai hal ini.