Komunitas Kripto Menanggapi Kampanye Anti-DeFi di Tengah Diskusi RUU Regulasi
Kampanye yang menentang keuangan terdesentralisasi (DeFi) muncul di tengah upaya legislatif yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, yang menyebabkan penolakan signifikan dari pemangku kepentingan industri. Laporan menunjukkan bahwa iklan telah tayang di Fox News, mendesak penonton untuk menghubungi Senator agar mengecualikan ketentuan DeFi dari RUU CLARITY yang akan datang, yang bertujuan untuk menetapkan regulasi yang lebih jelas untuk sektor kripto.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan di media sosial, kelompok “Investors For Transparency” mempromosikan iklan ini, menyerukan kepada publik untuk mendesak legislasi “Tanpa Ketentuan DeFi.” Kampanye ini tampaknya berasal dari kekhawatiran bahwa sifat DeFi yang terdesentralisasi dapat mengancam kepentingan perbankan tradisional, terutama dengan potensi penerbitan stablecoin yang dapat menawarkan produk berbunga yang mirip dengan deposito bank. Perkembangan semacam ini berpotensi mengalihkan triliunan dolar dari lembaga keuangan konvensional, menurut Departemen Keuangan AS, yang memperkirakan bahwa $6,6 triliun bisa keluar dari sistem perbankan jika stablecoin diadopsi secara luas.
Iklan dari kelompok Investors For Transparency. Sumber: Eleanor Terrett
Proses legislatif saat ini sedang berlangsung karena Komite Perbankan Senat mengumumkan penjadwalan markup pada 15 Januari. RUU yang dikenal sebagai RUU CLARITY ini bertujuan untuk memberikan kejelasan tentang regulasi kripto, tetapi penentang berpendapat bahwa pembatasan DeFi yang diusulkan dapat menghambat inovasi dan menguntungkan lembaga keuangan yang sudah mapan. Kritikus seperti Hayden Adams, CEO Uniswap Labs, menyuarakan skeptisisme terhadap transparansi kampanye anti-DeFi, mempertanyakan sumber pendanaan di balik upaya kelompok tersebut.
Iklan dari kelompok Investors For Transparency. Sumber: Eleanor Terrett
Ketidakpastian Legislatif dan Kekhawatiran Industri
Ada kekhawatiran yang meningkat di industri kripto bahwa RUU ini mungkin mengalami penundaan karena acara politik mendatang, terutama pemilihan paruh waktu AS 2026. Laporan menyebutkan bahwa pengesahan bisa tertunda hingga 2027, dengan implementasi akhir mungkin tertunda hingga 2029. Meski begitu, Senator Tim Scott dari Komite Perbankan Senat tetap optimis, menegaskan bahwa legislasi ini bisa disahkan lebih cepat dan akan memberikan manfaat nyata bagi pengguna dan ekonomi.
Sementara itu, beberapa anggota Demokrat mendukung perlindungan terhadap konflik kepentingan dalam RUU ini untuk memastikan regulasi yang adil. Lanskap politik yang lebih luas dan siklus pemilihan terus mempengaruhi jalannya upaya regulasi kripto, menimbulkan pertanyaan tentang prospek langsung dari RUU ini.
Seiring perdebatan memanas, para pemimpin industri dan pembuat kebijakan memantau dengan seksama, menyadari potensi regulasi untuk merangsang inovasi atau memberlakukan pembatasan yang terlalu membebani, membentuk masa depan industri.
Cointelegraph berkomitmen terhadap jurnalisme yang independen dan transparan. Artikel berita ini diproduksi sesuai Kebijakan Editorial Cointelegraph dan bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi informasi secara mandiri. Baca Kebijakan Editorial kami di sini.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Anti-DeFi Group Launches Ads to Remove DeFi from Crypto Legislation di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.