Mengapa di pasar saham, kebanyakan orang selalu merugi, sementara segelintir orang bisa tetap untung dalam jangka panjang?



Inti pemahaman:

Orang kaya berhenti saat sudah mendapat untung 20%.

Sedangkan orang miskin targetnya adalah menjadi dua kali lipat.

Pasar saham adalah tempat orang yang gelisah tersedot menuju orang yang tenang secara batin.

Mengejar cepat dan mengutamakan keuntungan instan mengharuskan untuk kejar-mengejar lonjakan dan jual saat panik.

Bersabar menunggu kesempatan justru lebih berhasil.
#Gate事件合约首发狂欢 #比特币
BTC0,24%
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
GateUser-b4b056d3
· 07-23 00:57
Semua orang paham, tapi tidak banyak orang yang bisa menahan tangan mereka sendiri.
Lihat AsliBalas0
AirdropArcheologist
· 07-23 00:10
Kognisi intinya sudah tepat, tapi eksekusinya terlalu sulit. Setiap kali melihat harga naik, aku selalu tidak bisa menahan diri untuk langsung masuk, dan akhirnya selalu terjebak. Sepertinya aku perlu berlatih menenangkan batin.
Lihat AsliBalas0
VegaVega
· 07-22 23:32
Perbedaan paling mendasar antara orang kaya dan orang miskin bukan pada modal, melainkan pada pola pikir. Berhenti saat sudah mendapat 20% bukanlah penakut, itu disiplin; berpikiran untuk melipatgandakan terus bukanlah ambisi, itu psikologi penjudi.
Lihat AsliBalas0
SectorRotationHunter
· 07-22 23:19
Berbuat tergesa-gesa dan meraih cepat = mengejar kenaikan dan menjual saat turun = malah rugi; rumus ini berkali-kali terbukti manjur. Sabar menunggu peluang justru adalah cara paling santai untuk meraih profit.
Lihat AsliBalas0
BetweenBidAndAsk
· 07-22 22:44
Saya sudah melihat terlalu banyak orang menetapkan target sepuluh kali, seratus kali—hasilnya, bahkan modal pokok pun ikut habis. Sebenarnya, orang yang bisa bertahan lama di pasar saham adalah mereka yang cerdas dan tahu kapan harus berhenti sambil masih untung.
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan