Saya baru menyadari ada satu hal yang tidak cukup diperhatikan oleh banyak trader saat menganalisis chart - yaitu kombinasi antara MSS adalah apa dan CHOCH. Keduanya terdengar rumit tetapi sebenarnya cukup sederhana jika Anda memahami dengan jelas.



Mari mulai dengan MSS adalah apa. Dasarnya adalah ketika pasar beralih dari fase ini ke fase lain - dari tren naik ke tren turun, dari turun ke naik, atau ke fase konsolidasi. Misalnya, jika pasar baru saja membentuk higher highs dan higher lows tetapi tiba-tiba harga turun di bawah sebuah low penting, itu adalah tanda MSS dari tren naik ke tren turun. Sebaliknya, ketika harga membentuk lower highs dan lower lows lalu secara tiba-tiba menembus di atas sebuah high penting, itu adalah MSS ke tren naik.

Keunggulan MSS adalah apa - itu memberi Anda titik masuk yang cukup jelas. Anda hanya perlu mencari area di mana harga telah berbalik arah sebelumnya, itu akan menjadi level penting. Ketika level tersebut ditembus, tunggu konfirmasi sebentar lalu masuk posisi. Terutama, tempatkan stop loss di sekitar level ini untuk melindungi diri jika sinyal salah.

Tapi MSS adalah apa jika tidak disertai CHOCH? Di sinilah CHOCH berperan. CHOCH adalah perubahan dalam perilaku harga - Anda bisa mengenalinya melalui momentum, kecepatan, pola candlestick, atau volume. Dalam tren turun, jika Anda melihat momentum beli meningkat secara tiba-tiba atau munculnya candlestick hijau lebih sering, itu adalah CHOCH bullish. Dalam tren naik, saat tekanan jual meningkat atau candlestick merah mulai mendominasi, itu adalah CHOCH bearish.

Yang penting adalah ketika Anda melihat MSS disertai CHOCH, tingkat kepercayaan akan jauh lebih tinggi. Misalnya, MSS menunjukkan tren turun dikombinasikan dengan CHOCH bearish akan meningkatkan kemungkinan pembalikan ke arah penurunan harga secara signifikan. Kenapa? Karena Anda memiliki perubahan struktur sekaligus perubahan perilaku harga.

Ketika menerapkan ke praktik, Anda perlu mengikuti proses ini: pertama tentukan struktur pasar saat ini berada di fase mana. Kemudian cari MSS - perhatikan break di level penting. Selanjutnya konfirmasi dengan CHOCH - apakah ada perubahan dalam pola candlestick, volume, atau indikator. Ketika keduanya muncul, Anda bisa masuk posisi sesuai arah tren baru. Terakhir, kelola trading dengan stop loss dan take profit.

Saya biasanya menggunakan MSS adalah apa sebagai alat utama saat menggabungkan support/resistance, pola candlestick, dan oscillator seperti RSI atau MACD. Timeframe juga penting - CHOCH bekerja paling baik di timeframe 4H atau daily, tetapi juga berguna untuk scalping di timeframe lebih rendah.

Ini sangat berguna untuk crypto karena pasar crypto sering mengalami swing besar dan pembalikan yang jelas. Jika Anda menguasai cara menggabungkan MSS dan CHOCH, Anda akan memiliki keunggulan signifikan dalam menemukan setup trading dengan probabilitas lebih tinggi. Cobalah terapkan di chart Anda dan lihat hasilnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan