Baru-baru ini saya memeriksa alat analisis teknikal saya dan menyadari sesuatu yang masih banyak trader belum kuasai dengan baik: perbedaan antara penggunaan retracement Fibonacci dan extension Fibonacci. Ini adalah konsep yang terkait tetapi diterapkan pada saat yang sangat berbeda dalam trading.



Deret Fibonacci (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13...) di mana setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya, telah menjadi salah satu alat paling andal dalam analisis teknikal. Trader menggunakannya untuk mengidentifikasi level kunci support dan resistance yang harga hormati berulang kali.

Mari kita mulai dengan retracement. Ketika harga sedang tren dan melakukan koreksi sedikit sebelum melanjutkan gerak utamanya, itu adalah waktu yang tepat untuk masuk. Dalam tren naik, Anda melihat bagaimana harga turun ke level tertentu sebelum naik kembali. Dalam tren turun, melakukan hal yang sebaliknya. Level yang paling efektif adalah 38,2%, 50%, dan terutama 61,8%, yang berfungsi sebagai titik pembalikan yang sangat kuat. 61,8% ini disebut juga sebagai rasio emas, dan kenyataannya harga sering memantul dari sana lebih sering daripada yang Anda kira.

Sekarang, ketika berbicara tentang extension Fibonacci, kita berada dalam skenario yang sama sekali berbeda. Ini bukan untuk masuk, tetapi untuk mengetahui kapan keluar dengan keuntungan. Setelah harga melanjutkan tren aslinya dan mulai bergerak melewati titik tertinggi atau terendah sebelumnya, extension Fibonacci membantu memproyeksikan sampai di mana harga bisa mencapai. Level extension yang paling relevan adalah 61,8%, 100%, 127,2%, dan 161,8%. Banyak trader mengambil keuntungan tepat di 127,2% atau 161,8% karena di sana biasanya pergerakan kehilangan momentum.

Perbedaan utama adalah ini: retracement = masuk, extension Fibonacci = keluar. Retracement mengukur seberapa jauh harga mundur dari gerakan sebelumnya. Extension memprediksi sampai di mana harga akan melampaui titik awalnya.

Untuk menerapkannya secara praktis, pertama identifikasi apakah pasar sedang naik atau turun. Kemudian gambar retracement pada gerakan signifikan terakhir dan tunggu sampai harga menyentuh level-level kunci tersebut. Ketika Anda masuk posisi sesuai arah tren, langsung terapkan extension Fibonacci untuk mengetahui di mana menempatkan target keuntungan Anda. Sederhana tetapi efektif.

Satu saran yang saya pelajari dari waktu ke waktu: jangan pernah hanya mengandalkan Fibonacci. Gabungkan dengan RSI, moving average, atau garis tren. Breakout palsu memang ada, harga bisa menembus level secara temporer tanpa mempertahankan gerakan. Ini juga berlaku di semua kerangka waktu, dari grafik 5 menit hingga harian.

Rasio emas 61,8% memainkan peran penting baik dalam strategi retracement maupun extension Fibonacci. Hampir seperti pasar memiliki memori terhadap hubungan matematis ini.

Pada akhirnya, menguasai level retracement dan extension ini memberi kejelasan tentang dua hal fundamental: di mana masuk dan di mana keluar. Dan itu hampir semua yang Anda butuhkan untuk meningkatkan timing trading Anda. Terapkan ini secara konsisten dan Anda akan melihat bagaimana manajemen risiko Anda meningkat secara signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan