Belakangan harga emas kembali mencapai rekor tertinggi, melihat orang di sekitar dari "tidak punya uang" menjadi "menambang emas", perubahan mindset cukup cepat. Tapi saya menemukan banyak orang salah paham tentang memahami perlindungan nilai dengan membeli emas, mereka ikut-ikutan membeli seperti taruhan besar, padahal sebenarnya cukup berbahaya.



Pertama, mari saya sampaikan pengamatan saya. Semua orang bilang emas adalah pelindung nilai, itu benar, tapi kata "perlindungan nilai" sebenarnya dipahami terlalu sederhana. Perlindungan nilai yang sesungguhnya adalah nilai saat dicairkan, bukan hanya bisa meningkat nilainya jika disimpan di rumah. Kalau kamu membeli perhiasan emas lalu disimpan, tidak menghasilkan pendapatan, malah harus khawatir kehilangan, pengalaman seperti ini sebenarnya cukup "sayang" dan tidak berguna. Selain itu, banyak orang bingung antara barang konsumsi dan barang investasi, membeli perhiasan emas tapi berharap mendapatkan keuntungan investasi, akhirnya biaya pembuatan dan margin merek yang masuk, saat dicairkan hanya bisa dihitung berdasarkan harga emas internasional, logika perlindungan nilai dari membeli emas jadi melenceng.

Kalau sekarang saya diberi satu juta rupiah, saya akan membeli, tapi saya tidak akan sembarangan membeli. Pertama, saya harus memastikan itu uang sisa, tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Kedua, saya tidak akan langsung taruhan besar, melainkan mengikuti prinsip alokasi aset. Biasanya lembaga profesional menyarankan emas dalam portofolio keluarga sekitar 5%-15%, sekarang harga emas berada di posisi relatif tinggi, saya malah akan lebih berhati-hati, mungkin hanya membeli 3000-5000 rupiah secara bertahap, bukan sekaligus. Pilihan pembelian juga penting, jika memang untuk tujuan investasi, saya akan memilih emas batangan atau emas simpanan, biayanya lebih rendah, dan pencairannya juga lebih lancar.

Sejujurnya, perlindungan nilai dengan membeli emas bagi saya bukan untuk cepat kaya, melainkan sebagai "batu penyangga". Saat pasar saham jatuh tajam, mata uang melemah, emas seringkali bisa menyeimbangkan risiko. Inilah nilai sebenarnya dari emas. Tentu saja, jika karena seni atau makna budaya dari perhiasan emas, itu lain cerita, tapi harus jelas bahwa itu adalah "konsumsi" bukan "investasi".

Beberapa tips untuk teman yang ingin masuk pasar: Pertama, harus jelas tujuannya. Kalau untuk dipakai, beli perhiasan; kalau untuk perlindungan nilai, beli emas batangan atau ETF emas, jangan sampai tercampur. Kedua, jangan takut membeli semua sekaligus saat harga naik, investasi secara berkala biasanya cara yang lebih stabil untuk orang biasa. Ketiga, waspadai jebakan psikologis. Saat harga naik, sulit menjual, saat turun malah panik menjual, lihat orang lain pamer "kebebasan emas" sampai iri, akhirnya uang hidup pun ikut terkuras.

Intinya, membeli emas sebagai pelindung nilai adalah pilihan yang rasional, tapi syaratnya kamu harus tahu tujuanmu. Emas bukan obat mujarab atau alat cepat kaya. Anggap saja sebagai salah satu "pelindung" dalam portofolio aset, harus bijak dalam mengelola keuangan dan menjalani kehidupan, itulah cara yang benar untuk memanfaatkan emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan